Disebuah bar seorang pemuda berbadan kecil sedang duduk santai. Seorang preman lokal mendekati dan langsung menendangnya keras, "Ciaaaaaaat!" pemuda kecil itu jatuh tersungkur dari bangkunya. Ketika dia bangun, si preman berkata dengan sombong, "itu tadi TAEKWONDO dari KOREA."
Karena takut, pemuda itu tak menanggapi. Dia lalu kembali duduk kebangkunya. Namun tak lama kemudian, preman tadi kembali mendekati dan membantingnya, "Gubrakkkkkk!" pemuda kecil itu terjerambab. Saat dia bangun,preman berkata lagi, "itu tadi JUDO dari JEPANG ". Pemuda kecil itu tetap
tidak menanggapi. Perlahan dia kembali duduk.
Tidak lama kemudian, preman menonjoknya, "Bugggggg!" pemuda kecil kembali jatuh, lalu si preman berkata, "Itu tadi BOXING dari AMERIKA." Pemuda itu menyadari mulutnya mengeluarkan darah. Lalu dia bangun dan tidak kembali ke bangkunya. Perlahan2 dia keluar dari bar.
Tidak beberapa lama kemudian pemuda kecil itu masuk ke bar dan menghampiri si preman.Tanpa berkata apa-apa lagi dia langsung memukul si preman,"Bletokkkk!." Si preman langsung jatuh pingsan. Pemuda kecil ingin memberi penjelasan, tapi si preman tidak juga siuman. Pemuda kecil itu menghampiri pemilik bar dan berkata, "Pak, bila preman ini bangun tolong beritahu bahwa yang tadi itu adalah LINGGIS dari GUDANG"
Smile.....
100 Tahun Mendatang
================
Seorang penulis naskah drama sedang berantem dengan induk semangnya karena belum bayar kos-kosan.
"Tidakkah Bapak seharusnya bangga bahwa Saya tinggal di rumah ini?" kata si penulis memulai bujukannya. "Ingat, Pak, seratus atau bahkan dua ratus tahun mendatang orang-orang yang melewati rumah ini akan berkata 'Lihat, di rumah itulah almarhum Wawan si penulis drama pernah tinggal'. Bukankah itu merupakan kebanggaan buat keturunan Bapak?"
Tidak terkesan mendengar bujukan Wawan, si induk semang berkata, "Wawan, aku ngomong sekali lagi.
Kalau elu nggak bayar sewa kos, maka besok pagi orang-orang sudah akan ngomong seperti yang lu bilang tadi
Buatan Jerman!
============
Bolot sedang memamerkan alat bantu pendengaran yang baru saja dibelinya kepada Malih.
Bolot (sambil nunjuk alat di kupingnya):
- "Gue baru saja beli alat bantu,pendengaran paling mahal yang pernah ada.
- Ini buatan Jerman, lho, dan garansinya seumur hidup!"
- Malih: "Gile bener, emang harganya berape?"
- Bolot: "Jam 5 lewat 10 menit."
Hati-hati Memilih Teman Berburu
========================
Dua orang laki-laki dari Jakarta sedang berburu badak di hutan Ujung Kulon. Tiba-tiba salah seorang di antara mereka jatuh terjerembab. Kayaknya orang itu nggak bernapas lagi. Bola matanya putih semua. Melihat itu, salah seorang lagi panik bukan main. Ia mengambil HPnya dan menelpon rumah sakit terdekat.
- "Mbak, tolong, teman saya meninggal. Apa yang harus saya lakukan?" tanyanya.
Dengan suara lembut, operator UGD di ujung telepon berusaha menenangkan, - "Tenang, Pak. Tarik napas. Saya akan bantu.
Pertama-tama Bapak pastikan dulu apakah teman Bapak benar-benar meninggal..."
Sunyi sejenak... Kemudian terdengar suara tembakan.
Suara lelaki itu muncul lagi di ujung telepon. - "Sudah, Mbak. Sekarang saya harus ngapain?"
Anjing Pintar
=========
Dua orang perempuan sedang meributkan anjing-anjing mereka. Keduanya saling menyombongkan kepintaran piaraan mereka itu.
- Perempuan 1: "Anjing gua hebat banget, deh. Tiap pagi ia nungguin tukang koran, dan begitu loper itu datang, anjing gua langsung ngambil korannya dan membawanya ke tempat gua sarapan."
- Perempuan 2: "Ya, gua tahu itu."
- Perempuan 1 (kaget): "Darimana lu tahu?"
- Perempuan 2 : "Anjing gua yang cerita."
Bokap Gua Lebih Kaya
=================
Ursok dan Cuplis sedang meributkan siapa yang lebih kaya di antara ayah mereka.
- Usrok: "Bokap gua kaya banget, dia bentar lagi mau beli Laut Jawa!"
- Cuplis: "Oya???? Kalau gitu gua akan bilang sama bokap gua supaya Laut Jawa nggak jadi dijual!!"
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback