- Tidak diminta teladan, karena teladan datangnya dari atasan
- Tidak perlu malu ke kantor naik bus kota
- Tidak pusing mikirin gaji atasan
- Jarang kena gosip ada main dengan sekretaris pribadi
- Jarang ditelepon istri
- Gajinya sudah jelas, jadi gampang mengaturnya
- Sewaktu-waktu bisa mendemo bosnya. Sampai saat ini, belum ada bos mendemo
bawahan - Waktu kerjanya jelas. Kalau kelebihan dianggap lembur
- Bisa menggosipi bosnya
- Bisa berharap, suatu hari jadi atasan. Namun bagi atasan, mimpi pun tidak berani untuk jadi bawahan
- Nasibnya diperhatikan pemerintah. Kalau bos belum pernah kan disinggung-singgung mengenai UMR-nya
- Biasanya tahu skandal bosnya, tapi ngga berani ngomong. Sementara sang bos jarang yang tahu kisah asmara bawahannya
- Pokoknya, selama tidak ngomongin mobil, rumah, kolusi, surat sakti, dan penggelapan pajak, jadi bawahan ada enaknya.
Naik Bus ke Kantor, Better 13 than Never
- Bisa kenalan sama kondektur - mobil pribadi mana ada kondekturnya
- Bisa pilih2 tempat duduk, syukur2 dapet di sebelah co atau ce cakep. ;p
- Melatih kekuatan kaki, kalo kebetulan lagi ngejar2 bis
- Banyak kenalan - kalau sempat
- Tidak takut macet - karena ongkos bensin bukan kita yg nanggung
- Full Music! - kadang-kadang siaran langsung dari para pengamen
- Tujuannya sudah jelas - kalau mobil sendiri bisa saja rencananya mau kekantor, sampainya malah ke pantai yang tidak ada kantornya
- Bisa minta uang kembalian - kalau memang ada
- Bisa main tinggi-tinggian badan sama penumpang yang lain - kalau kebetulan dapat jatah berdiri
- Baunya cukup beragam, tidak monoton - dari bau wangi sampai yang apek
- Kalau mogok, dorongnya rame-rame - meski tidak dapat honor
- Tidak perlu takut ikut nanggung uang tilang - yang ini urusan sopir
- Kalau lagi mujur, kita bisa dioper ke bus lain - dan kita boleh marah-marah,dan tidak dimarahi
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya
Thanks for your feedback