Pages

Tuesday, March 31, 2009

JANGAN LARI DARI KESULITAN

source: unknown
Penduduk sebuah desa baru saja selesai membangun jembatan secara swadaya.
Tetapi, saat beberapa pedati bermuatan berat berjalan di atasnya, jembatan tersebut melengkung dan bergoyang-goyang. Penduduk desa sangat kecewa karena mereka merasa sudah membangun jembatan tersebut dengan benar.Akhirnya, kepala desa meminta pertolongan dari seorang ahli pembuat jembatan untuk memperbaiki jembatan tersebut. Sang ahli melakukan pemeriksaan dengan cermat, dan menyanggupi untuk memperbaiki jembatan tersebut dalam waktu 1 bulan.

Saat perbaikan selesai, penduduk desa berkumpul di sekitar jembatan tersebut.Kayu jembatan telah diganti, tetapi tidak ada perubahan sama sekali pada ukuran kayu dan konstruksi jembatan. Penduduk bertanya-tanya apakah yang akan terjadi jika jembatan itu diberi beban yang berat. Ketika beberapa pedati bermuatan penuh dinaikkan ke atas jembatan tersebut, penduduk desa merasa heran karena kali ini tak nampak adanya lengkungan sama sekali.

Seorang penduduk bertanya, "Sulap macam apa yang sudah Anda lakukan?"

Dengan tertawa ringan, si ahli pembangun jembatan mengatakan, "Sama sekali tidak ada sulap atau tipuan apapun yang saya gunakan. Untuk menahan beban yang berat,jembatan ini membutuhkan beberapa batang pohon yang sangat kuat. Batang pohon yang kalian gunakan berasal dari lembah, dan ternyata tidak mampu menahan beban berat. Saya hanya mengganti batang pohon tersebut dengan batang pohon yang berasal dari puncak gunung. Terpaan angin kencang yang sering melanda puncak gunung membuat pohon yang tumbuh di sana memiliki batang yang berkekuatan yang luar biasa, jauh melebihi pohon yang tumbuh di daerah lain."

Para pembaca..
Terpaan angin kencang dengan mudah akan dapat menumbangkan pohon-pohon yang rapuh dan berakar dangkal. Tetapi, sebaliknya terpaan angin kencang yang sama justru akan memperkuat pohon-pohon yang kokoh dan berakar dalam.

Dalam kehidupan sehari-hari 'terpaan angin kencang' berupa masalah, kegagalan,beban kehidupan, konflik, dan berbagai hal negatif lainnya dapat dengan mudah menghancurkan orang-orang rapuh yang tidak memiliki semangat juang dan menjalani hidup tanpa tujuan.

Sebaliknya, kesulitan-kesulitan yang sama justru akan dapat memperkuat orang-orang yang memiliki semangat juang tinggi, dengan tujuan hidup yang pasti,serta keteguhan hati yang kuat.

Kebanyakan orang-orang yang sukses adalah mereka yang dulunya hidup dalam himpitan kesukaran, tetapi mereka berhasil mencapai sukses karena mereka memperkuat 'akar' keteguhan hatinya, dan terus menerus membangun kemampuan untuk mengatasi kesulitan tersebut.

Mereka tak akan pernah dapat mencapai sukses jika mereka melarikan diri dari kesukaran yang harus mereka hadapi. Kita akan kehilangan kesempatan untuk mencapai sukses jika kita selalu melarikan diri dari setiap kesulitan yang harus kita hadapi.

Jika Anda ingin mencapai sukses, tak perlu kita mengeluh, tak ada guna kita menghindar, tapi hadapi setiap 'terpaan angin kencang' dengan sikap mental positif, sebagai latihan untuk memperkuat diri dan persiapan untuk mencapai sukses.


Selamat mencapai sukses yang luar biasa..


Harry Prasetya

Kenali Taktik Licik di Tempat Kerja

Karir

Siasat licik memang bisa ditemukan dimana saja. Apalagi di dunia kerja yang sarat persaingan. Masalahnya, untuk memenangkan persaingan itu tak jarang orang menggunakan cara-cara yang 'menyimpang'. Cara-cara licik diyakini sebagian orang sebagai sesuatu yang normal. Sebagian lagi mengatakan cara-cara tersebut adalah sesuatu yang salah.

Bagi Anda yang tidak setuju dengan cara-cara licik pasti menghindari tindakan yang berbau licik itu, baik dari Anda pribadi maupun menghindari orang-orang yang biasa menggunakan cara-cara licik. So, Anda perlu mengetahui taktik licik apa yang biasa dilancarkan di kantor. Berikut ini taktik licik di kantor beserta upaya melindungi diri dari taktik tersebut:

Dukungan semu
Ini merupakan dukungan yang sifatnya 'kedok'. Karena di balik dukungan itu terselip maksud lain untuk menghancurkan atau menjatuhkan. Nah jika seseorang memberi dukungan untuk Anda jangan terhanyut. Dengarkan saran dan nasehat yang dilontarkannya lalu pikirkan bagaimana dampaknya terhadap kelangsungan karir Anda.

Pencemaran nama baik
Pernyataan yang merusak sering digunakan untuk mencemarkan nama baik seseorang.
Pernyataan itu bisa berupa kalimat-kalimat negatif tentang Anda, pertanyaan yang meragukan kemampuan kerja Anda pada suatu proyek, atau perhatian semu terhadap diri Anda. Terhadap taktik semacam itu maka tidak banyak yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan kebohongan seseorang mengenai Anda, tetapi Anda bisa meluruskan pernyataan itu setelah Anda mendengarkannya.

Menohok kawan
Penohok tidak pernah terang-terangan dan kadang malah kelihatan begitu wajar.
Seseorang yang kelihatannya seperti sahabat, terlihat sangat baik, tetapi mempunyai pikiran untuk menghancurkan citra atau karir Anda. Terhadap taktik semacam ini sebaiknya Anda jangan mempertanyakan semua persahabatan baru Anda,tetapi selalu jagalah hal itu dengan aman. Jika Anda tidak pernah mengungkapkan sesuatu yang jelek atau negatif, orang lain tidak akan memiliki peluang untuk membahas kecuali jika mereka menciptakannya sendiri.

Mencuri ide
Pencurian ide di lingkungan kerja seringkali terjadi tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan. Biasanya pencurian ini terjadi dari obrolan ringan atau tanpa sengaja 'pencuri' itu menguping ide yang tengah Anda bicarakan pada seorang rekan. Buntut-buntutnya ia akan dengan cepat mengumumkan ide itu dan mengkalim kalau ide tersebut adalah murni gagasannya.

So, untuk menghindari 'pencuri intelek' itu, Anda harus lebih waspada. Jika Anda mempunyai ide bagus, tulislah konsep dasarnya dan sebarkan dengan catatan bahwa proposal finalnya akan diedarkan secepatnya. Biarkan orang lain tahu. Jika gagasan Anda dicuri dari suatu sesi kelompok, maka orang lain akan mengetahui bahwa ide tersebut adalah milik Anda, tetapi dalam pertemuan satu lawan satu,jangan biarkan diri Anda terbuka bagi pencuri.

Melumpuhkan semangat
Aksi politik tersembunyi ini dirancang untuk menyakiti Anda sehingga pada akhirnya Anda akan mengalami kejatuhan fatal. Pelumpuh semangat secara teratur akan mengikis dan merusak kepercayaan diri Anda dengan berbagai 'tikaman',komentar negatif, dan pernyataan yang membuat Anda percaya bahwa orang lain tidak menyukai Anda. Anda merasa tidak berguna sehingga menjadi tidak produktif.

Memang sulit untuk menerima perlakuan seperti itu, tetapi Anda harus bertahan,percaya diri, dan memposisikan diri untuk maju dalam karir tanpa dapat dihancurkan. Tetaplah positif dan pertimbangkan untuk menemukan suatu pekerjaan atau posisi baru jika kenyamanan diri Anda dirusak.

Pemerasan emosional
Praktek pemerasan merupakan salah satu jenis penyimpangan yang sangat serius.
Demi memperoleh keuntungan dan kekuasaan, mereka tidak segan-segan mengancam untuk membeberkan sesuatu yang telah Anda lakukan yang akan membuat Anda kelihatan buruk atau bisa menghancurkan karir Anda jika diketahui umum.

Pemerasan tidak pernah bisa dihadapi dengan mudah. Tapi jika Anda menyadari pernah berbuat kesalahan, bersikaplah terbuka dan akui kesalahan tersebut dengan 'gentle'. Dan untuk saat ini bersikaplah lebih fair dalam setiap aktivitas. Jika menemukan masalah selesaikan segera.

Pengkotakan
Metode pemecahbelahan dan penaklukan dilakukan oleh banyak manajer. Taktik ini digunakan untuk menciptakan pertentangan di antara departemen guna memperoleh kekuasaan dan kontrol. Untuk itu, tanyakan langsung apa yang Anda dengar dan bukalah komunikasi dengan berbagai departemen lain. Temuilah orang-orang yang menjalin hubungan kerja dengan Anda dan diskusikan berbagai masalah yang timbul.

Kondisi yang tidak nyaman
Sebagian pemimpin menciptakan kondisi yang tidak nyaman bagi karyawannya dengan maksud agar karyawan tersebut tidak betah dan akhirnya mengundurkan diri. Sehingga tidak perlu ada uang pesangon atau uang phk. Meskipun Anda bekerja dengan baik, tidak akan merubah ketidaknyamanan itu selama bos Anda memang berniat menyingkirkan Anda.

Jika Anda tidak tahu mengapa hal itu terjadi, Anda bisa mencoba membuka komunikasi dan menghadapi orang tersebut secara langsung. Tanyakan sebab musababpenekanan terhadap diri Anda. Jika Anda mampu bertahan nggak masalah. Namun jika Anda merasa 'tertindas' Anda perlu meminta campur tangan pihak lain yang obyektif menilai Anda. Misalnya atasan bos Anda atau HRD dan juga rekan-rekan.

Nah bagaimana dengan Anda? Apakah ada rekan Anda yang menunjukkan gejala-gejala kelicikan terhadap Anda? Jika ya, bersiap-siaplah menghadapinya. Yang jelas,jangan sekalipun Anda menghadapinya dengan sikap licik juga. Hadapilah dengan tenang dan profesional. Tunjukkan jika Anda mampu mengalahkan hal negatif dengan hal positif.


Indo community

Bagaimana Memaknai Kerja Anda?

"Jika seseorang diberi tanggung jawab untuk menjadi penyapu jalan, ia harus melakukan tugasnya seperti apa yang dilakukan oleh pelukis Michelangelo, atau seperti Beethoven mengkomposisikan musiknya, atau seperti Shakespeare menulis sajaknya. Ia harus menyapu jalan sedemikian baiknya, sehingga semua penghuni surga dan bumi berhenti sejenak dan berkata, di sini hidup seorang penyapu jalan jempolan yang melakukan tugasnya dengan baik".
- Martin Luther King -

Pada suatu hari, nampak tiga orang tukang batu yang sedang bekerja keras membangun suatu bangunan. Tukang pertama, yang berada di paling ujung ditanya,

  • "Apa yang sedang anda kerjakan, dan bagaimana perasaan anda melakukan kerja ini?"
  • Dia menjawab "Saya sedang menata batu-batu ini menjadi sebuah tembok. Malas juga sebenarnya melakukan kerja ini. Kalau ada pekerjaan lain yang lebih enak,secepatnya saya akan pindah".
  • Tukang kedua, yang berada di sebelahnya juga ditanya pertanyaan yang sama, dan
    dia menjawab dengan bersungut-sungut
  • "Saya melakukan suatu tugas senilai 5 dollar sejam. Dengan tugas seberat ini dan kami harus melakukannya sepanjang hari, seharusnya kami digaji dua kali lipat. Kami merasa hanya sebagai sapi perah, dipaksa bekerja keras, dan nantinya mereka yang mendapatkan hasil paling banyak .....".

  • Tukang ketiga, dengan pertanyaan yang sama pula, menjawab
  • "Saya sedang menjadi bagian dari suatu sejarah, di mana setiap detil dari bangunan ini akan saya sentuh sehingga menjadi sempurna. Kelak, apabila bangunan ini sudah jadi, saya akan mengajak anak saya berjalan-jalan di depannya, dan bisa berkata dengan bangga pada anak saya, bahwa dibalik bangunan megah ini, ada sentuhan dari ayahnya yang membuatnya menjadi sempurna ........"

Menarik untuk mengambil makna dari cerita diatas. Jika cerita tersebut ditarik ke dalam kehidupan karir anda, tukang batu yang manakah yang mirip dengan situasi anda saat ini ?

Tipe tukang pertama, adalah mereka yang diistilahkan sebagai OPERATOR.

Mereka akan menjalankan tugas berdasarkan apa yang diperintahkan oleh atasan, tapi tidak pernah berpikir apa tujuan yang ingin dicapai dari apa yang mereka lakukan tersebut.

Tipe tukang kedua, diistilahkan sebagai MONEY-ACTION VALUATOR, di mana mereka selalu menilai apa yang mereka kerjakan dengan sejumlah uang. Seringkali orang-orang seperti ini mengeluh tentang kecilnya penghasilan mereka disbanding dengan kerja yang mereka lakukan, tanpa mereka mau melakukan perbaikan.

Dan tipe ketiga, adalah seorang VISIONER, dimana mereka bisa melihat ke depan,manfaat besar apa yang bisa mereka raih dari hal-hal kecil yang mereka lakukan saat ini.

Sebagai seorang profesional misalnya, kita mempunyai banyak rekan kerja yang sama dengan kita. Tapi MAKNA dari pekerjaan yang kita lakukan setiap hari, akan menggerakkan ATTITUDE kita, dan memberikan HASIL yang berbeda dalam jangka panjang.

Pertanyaan penting sebelum anda memulai perjalanan karir anda menuju sukses adalah, apakah pekerjaan yang anda lakukan sekarang merupakan pekerjaan yang anda dambakan dan senangi ? Adakah rasa bangga terhadap apa yang anda kerjakan sekarang ?

Jika tidak, maka hanya ada dua pilihan, yaitu berusaha untuk mencintainya, atau keluar dari pekerjaan anda sekarang dan mencari pilihan karir lain yang sesuai dengan keinginan anda. Jika anda memaksakan bekerja di bidang yang membuat anda merasa tertekan sepanjang hari, hanya karena tidak ada perusahaan lain yang mau menerima anda, maka bersiaplah untuk menderita lebih lama lagi.

Bagaimana jika kita bekerja karena uang, bukankah memang uang adalah salah satu pendorong kita bekerja ? Memang benar. Tapi kita juga perlu menyadari bahwa uang adalah HASIL AKHIR dari suatu tindakan yang kita lakukan sebelumnya. Yang perlu kita renungkan disini adalah bagaimana attitude kita dalam melakukan tindakan sehari-hari, sebelum kita menerima upah kita di akhir bulan. Jika kita hanya menyukai uangnya, bukan pekerjaannya, maka kita akan dengan mudah menyerah dan mungkin mencoba-coba mencari lowongan baru jika merasa sudah mentok, atau ada halangan yang menghadang di depan.

Orang-orang yang mencintai pekerjaannya, selalu mencari tantangan baru di dalam karirnya. Jika mereka merasa tantangan mereka di kantor sudah mentok, barulah mereka mencoba mencari hal-hal baru yang bisa ditingkatkan dari profesi mereka.
Sayang sekali memang, jumlah orang seperti ini tidak begitu banyak.

Kualitas orang seperti ini begitu menonjol dibanding rekan-rekannya, bahkan kualitasnya seringkali terdengar hingga keluar perusahaan. sehingga tidak mengherankan jika banyak perusahaan lain yang juga tertarik dan berusaha membajaknya untuk pindah ke tempat lain. Dan mereka pun jika akhirnya mau berpindah, bukan hanya karena iming-iming uang yang menggiurkan, tapi karena mereka juga melihat kesempatan ditempat lain dimana mereka mempunyai peluang untuk menjawab tantangan yang lebih besar.

Akhir kata, cobalah untuk melihat ke dalam diri anda saat ini. Apakah makna pekerjaan bagi anda saat ini ? Dan termasuk type manakah cara kerja anda,operator, money-action valuator, ataukah visioner ? Belum terlambat untuk mulai berubah dan mencintai pekerjaan anda, serta melakukan yang terbaik demi kesuksesan karir anda ke depan. Sukses untuk anda !


Indo community

Bagaimana caranya memberikan kritik yang membangun

  • Pertimbangkanlah dulu motif anda.
    Apakah yang ingin anda capai? Apakah itu mementingkan diri sendiri?
    Apakah itu berasal dari amarah atau perasaan terluka?
    Apakah yang akan anda ucapkan itu menguntungkan orang lain?

  • Tuliskanlah apa yang akan anda ucapkan.
    Mulailah dengan penegasan yang tulus tentang orang yang bersangkutan.
    Gunakanlah fakta, pendapat, intuisi, serta perasaan.
    Bacalah berulang2 dan tuliskanlah kembali hingga kedengarannya cocok dengan
    apa yang ingin anda ucapkan. latihlah mengucapkannya di hadapan cermin.

  • Buatlah janji berjumpa dengan orang yang bersangkutan.
    Sesuaikan dengan jadwalnya. Katakanlah "Ada sesuatu yang sudah lama saya
    pikirkan, dan saya ingin menyampaikannya kepadamu".

  • Kesampingkanlah segala macam harapan dan tuduhan.
    Bersikaplah terbuka terhadap penalaran orang yang bersangkutan.
    Jangan berdebat.
    Mengetahui motif2 anda seperti yang dijelaskan di atas akan membantu anda
    berkomonukisi tanpa berdebat.

  • Ucapkanlah terima kasih kepadanya karena mau mendengarkan.


(Glenda Hotton)
__________________________________________________
There's always going to be people that hurt you,
so what you have to do is keep on trusting and
must be more careful about who you trust next time around.

APAKAH ANDA KARYAWAN BERHARGA?

(diadaptasi dari "How Do You Match Up to the Prized
Employee?", William Hodges, Email: Hodgesb@...)


Di masa yang sulit ini, kita perlu mengamati diri kita sendiri dengan hati-hati, serta memastikan bahwa kita senantiasa menggali potensi-potensi kita yang sesungguhnya.

Bila kita menunggu sampai segala macam kesulitan itu lewat dengan sendirinya, maka mungkin sudah terlambat bagi kita untuk melakukan berbagai penyesuaian yang dianggap perlu.

Memang, mungkin tidak ada satu standard yang jelas, tetapi dalam sebuah survey yang dilakukan pada banyak perusahaan dan para pengusaha, ditemukan beberapa karakter atau ciri-ciri karyawan yang dianggap berharga oleh mereka. Pertanyaannya adalah seberapa banyak anda memiliki ciri-ciri tersebut?

1--Kejujuran.
Karakter yang dinilai paling berharga oleh para pengusaha, menurut survey ini, adalah kejujuran. Banyak perusahaan mengungkapkan bahwa kerugian yang ditimbulkan dari dalam jauh lebih besar dibanding yang dilakukan pencuri dimalam hari. Seberapa jujurkah anda?


2--Antusiasme
Karakter kedua yang disukai oleh pengusaha adalah antusiasme. Sebagaimana pepatah mengatakan, "Tuhan mencintai orang yang tersenyum", pengusaha pun tampaknya menyukai karyawan yang ceria. Apakah anda datang ke kantor anda dengan wajah yang berseri-seri?


3--Energetik
Para pengusaha mendudukan karakter energetik di tempat ke tiga. Orang-orang yang energetik adalah orang yanng senang bergerak. Mereka bagaikan pemandu sorak (cheerleaders) yang membangkitkan kegembiraan dan senantiasa melibatkan orang lain. Mereka adalah orang-orang yang menunjukkan
keteladanan dalam menyelesaikan segala sesuatunya. Keteladanan macam apakah yang anda tunjukkan?


4--Ketekunan
Di tempat ke empat, pengusaha menyukai karyawan yang memiliki ketekunan.
Karyawan yang dapat dipercaya untuk menyelesaikan suatu tugas dengan tenaga "buldog" merupakan asset berharga bagi perusahaan. Sebarapa hebatkah anda dalam menyelesaikan setiap penugasan hingga benar-benar tuntas?


5--Dapat Diandalkan
Di tempat ke lima, pengusaha memilih karyawan yang dapat diandalkan (reliability); yaitu mereka yang mewujudkan apa-apa yang mereka katakan,serta mereka yang kokoh dan dapat dijadikan tempat untuk bergantung. Bersediakah anda melakukan hal tersebut?


6--Loyal
Terakhir, adalah loyalitas atau kesetiaan. Hampir sebagian besar dari kita berpendapat bahwa loyalitas kerja mungkin tidak ada hingga tanggal gajian berikutnya, tapi para pengusaha itu benar-benar membutuhkan kesetiaan karyawan hingga detik-detik terakhir. Mereka mencari orang senantiasa berkata baik mengenai pengusaha dan perusahaannya. Bila seseorang bertanya mengenai perusahaan anda, bagaimana tanggapan anda?

Menurut survey tersebut, bila saja anda memiliki 100 persen dari semua karakter di atas, maka anda merupakan karyawan yang paling dicari di muka bumi ini. Anda adalah "Karyawan Super". Tapi, bagaimana pun kita ini tidaklah sempurna, kita tidak mungkin mencapai kesempurnaan, dan yang dapat kita lakukan adalah berusaha keras. Bila kita lakukan itu, maka kita akan mnejadi lebih baik, sedangkan masa krisis ini hanyalah sebuah tepian dari kesuksesan kita.

Secarik Motivasi:
ANDA BERTANGGUNG JAWAB ATAS MOTIVASI DIRI ANDA
Adalah keliru menuntut orang lain memotivasi anda.

Tak seorang pun bertanggung jawab atas timbul tenggelamnya motivasi itu dalam diri anda, melainkan anda sendiri. Pidato pemimpin yang menggebu-gebu, program pelatihan yang menggairahkan atau pernyataan visi yang penuh kalimat indah,semua itu hanya usaha mengetuk pintu motivasi diri anda. Bila anda tak berkenan membukanya, gedoran sekeras apa pun takkan berguna. Karena anda bertanggung jawab atas perjalanan karier dan hidup anda, maka bangun... bangunkan diri anda sendiri.

Anda pun tak bertanggung jawab pada naik turunnya motivasi orang lain.
Karena anda tak selalu tahu apa harapan mereka. Motivasi selalu bertalian dengan harapan. Sediakan tempat bagi mereka untuk memenuhi harapan bersama; antara anda dan mereka. Kemudian bekerjalah bahu-membahu untuk mewujudkannya. Motivasi selalu muncul dari kegembiraan. Sedangkan kegembiraan ditemukan dalam kerja bersama.

Apa yang harus dicantumkan dalam daftar riwayat hidup

1.Judul
Diletakkan di atas, ini hendaknya memuat nama, alamat, dan nomor telepon.

2. Pendidikan
Sebutkanlah diploma atau gelar yang paling akhir yang telah anda raih atau sedang anda kejar, tanggal anda diwisuda, dan bidang studi anda.

3. Pengalaman kerja
Sebutkanlah para pemberi kerja, nama jabatan, tanggal anda bekerja, dan uraian singkat tetang tugas anda ketika itu, mulai dari yang paling akhir. Mungkin boleh juga anda masukkan pekerjaan sukarela atau pekerjaan paruh waktu yang pernah anda lakukan.

4. Keterampilan
Ini tidak wajib sifatnya. Sebutkanlah keterampilan menggunakan komputer atau berbahasa atau keterampilan lain yang mungkin relevan dengan jabatan yang anda lemar.

5. Penhargaan serta kegiatan
Sebutkanlah penghargaan yang pernah anda raih, klub atau organisasi di mana anda menjadi anggotanya, dan kegiatan-kegiatan di mana anda berpartisipasi.

6. Referensi
Cantumkanlah tulisan "referensi akan diberikan kalau diminta". Anda harus siap menyebutkan nama setidaknya tiga orang yang dapat menjelaskan kemampuan serta kepribadian anda (pastikanlah untuk memberitahu para pemberi referensi itu sebelumnya, agar mereka tidak terkejut kalau dihubungi).

Dikutip dari "About Getting your first job"
_______________________________________________________________
The worst sorrows in life
are not in its losses and misfortunes,
but its fears.

Indo community

Ati2 kalo mau ke NY

(joke)

Buat yang mau ke New York....pls be careful !

Ceritanya nih ada satu orang turis dari Indonesia dateng vacation ke New York.
Waktu dia lagi JJS (Jalan-Jalan Siang), dia notice kalo dia ada di depan Empire State building.

Dia nengok ke atas and liat kalo building itu tinggi buanget.
Nggak salah emang kalo dibilang Empire State itu salah satu gedong yang paling tinggi di dunia.

Sewaktu si Doi lagi mengagumi kemegahan building itu, Do'i di samperin same satu Bule and si Bule ngajak ngobrol ke si Do'i.

  • Si Bule ngomong ke si Doi, "Elo tau nggak karena saking tingginya building ini, gravity force di atas sono tuh ampir nggak ada.
  • " Si Doi nengok ke si Bule and said, "That's impossible, nonsense,tepuan. " Maklum si Do'i dulu bekas anak SMA IPA makanya Do'i nggak percaya ama si Bule.
  • Si Bule ngomong lagi,"Swear, gua nggak bo'ong kok... Kalo elo nggak percaya coba aja deh elo naek ke lantai paling atas and loncat ke luar. Elo nggak bakalan jatuh, tapi melayang-layang kaya burung.
  • " Si Do'i keki banget dianjurin loncat dari lantai paling atas Empire State building.
  • Do'i bales ngomong ke si Bule, "Kalo emangnya bener, kenapa nggak elo aja yang loncat dari atas sono, gua liatin dari bawah.
  • " Si Bule bilang, "Oke deh, gua buktiin kalo gua nggak boong sama elo. Sekarang gua ke lantai paling atas and loncat ke luar. Elo liat pake keker-an elo kalo gua bakalan melayang-layang di udara kaya burung." Si Bule masuk ke dalem Empire State building.
  • Sekitar 5 menit, si Do'i liat lewat kekeran kalo ada orang buka jendela dari lantai yang paling atas and then liat si Bule melambaikan tangannya ke si Do'i. "Gile juga nih Bule. Jangan-jangan nih Bule lagi dalam perawatan mental." kata si Do'i dalem ati. Abis melambaikan tangannya si Bule mulai manjat ke jendela and HOOPLA, loncat ke luar.
  • Si Do'I langsung menahan napas nya saking dag-dig-dug-nya. Tapi si Do'i langsung cengok begitu liat si Bule nggak jatuh ke tanah tapi melayang-layang kaya burung.
    "Ajigile tuh Bule, kok bisa ya dia melayang-layang kaya burung??" bisik atinya si Do'i. Setelah sekitar 1 menit melayang-layang di udara, si Bule masuk lagi ke building lewat the same window and turun ke bawah.

  • Si Bule ngomong," Gimana sekarang, elo percaya nggak sama omongan gua?!"
  • Si Do'I masih amused sama apa yang baru di liat. Begitu otaknya sadar, si Do'i bilang begini ke si Bule, "Pasti elo pake tricks di atas sono, supaya elo nggak jatuh ke tanah!! Pasti, pasti, gue yakin banget.... Coba elo loncat sekali lagi, and gua ikut liatin elo dari atas sono jadi gua yakin kalo nggak ada trick." Si Bule dengan senyuman setuju sama usul si Do'i.

  • Setelah mereka udah berada di lantai paling atas, si Bule suruh si Do'i supaya perhatiin jelas-jelas kalo dia nggak pake trick buat melayang di udara. SiBule lompat lagi ke luar and melayang-layang kaya burung. Si Do'i cengok lagi. "Lho kok bisa ya nih orang nggak jatuh ke tanah?" Abis melayang-layang sebentar, si Bule masuk lagi lewat jendela and ngomong,
  • "Gimana, percaya nggak sama omongan gua?"
  • Si Do'i cuma manggut-manggut kaya orang bego.

  • Terus dia bilang ke si Bule, "Eh, Bule elo tolong fotoin gua ya waktu gua lagi melayang-layang di udara. Gua mau buat souvenir nih. Khan keren lho, melayang-layang kaya burung." Si Bule cuma senyum-senyum aja waktu di kasih kamera sama siDo'i.
  • Si Do'i terus manjat ke pinggiran jendela and liat ke bawah, "Wuiihh,tinggi banget, kalo jatuh gimana ya? Ahh, tapi si Bule aja nggak jatuh gua juga pasti nggak jatuh. Khan gravity di atas sini kecil banget." Terus si Do'i lompat ke luar and ZIIINNGGGG.......... GEDEBUK!!!!! Begitu si Do'i lompat ke luar, langsung aja dia free falling and mati seketika.

  • Nggak lama dateng deh tuh police-police and ambulance-ambulance ke Empire State building. Waktu Chief polisinya ngatur-ngatur massa yang berkerumun, si Chiefnya tanpa disengaja ngeliat si Bule baru keluar dari Empire State building. Langsung aja di samperin ama si Chief.
  • Si Bule cuma senyum-senyum aja ke si Chief.
  • Terus si Chief bilang ke si Bule, "Superman, Superman, kok elo isengnya nggak ilang-ilang sih???"

    hehehehehehe..........
    ______________________________________________________________________________
    There is a story living in us that speaks of our place in the world.
    It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves.
    The story is not given to us, it flows naturally from within; to hear it
    we only have to be silent for a moment and turn our face to the wind.

Indo community

GEMBALA KAMBING

(joke)


Suatu hari , Eko seorang mahasiswa peternakan berpapasan dengan seorang gembala dengan kambingnya, Eko bertanya dengan takjub :

  • " Pak, boleh nanya nich ?"
  • " Boleh "
  • " Kambing - kambing bapak sehat sekali, bapak kasih makan apa ?"
  • " Yang mana dulu nich ? Yang hitam atau yang putih ?"
  • " Mmm yang hitam dulu deh........"
  • " Oh, Kalo yang hitam , dia makannya rumput basah "
    " Ooohh.... Kalo yang putih ?"
  • " Yang Putih juga...."
  • " Hmmm....kambing-kambing ini, kuat jalan berapa kilo pak ?"
  • " Yang mana dulu nich ? Yang hitam atau yang putih ?"
  • " Mmm yang hitam dulu deh........"
  • " Oh, Kalo yang hitam , 4 Km sehari "
  • " Ooohh.... Kalo yang putih ?"
  • " Yang Putih juga...."

Si Eko mulai gondok........

  • " Kambing ini , menghasilkan banyak bulu pertahunnya ya, pak ?"
  • " Yang mana dulu nich ? Yang hitam atau yang putih ?"
  • " ( dengan kesalnya ) yang hitam dulu deh...."
  • " Oh, Kalo yang hitam , banyak ...... 10 Kg/th "
  • " Kalo yang putih ?"
  • " Yang Putih juga...."

Si Eko mulai kesal :

  • " BAPAK INI KENAPA SIH SELALU NGEBEDAIN KAMBING JADI 2, PADAHAL
    JAWABANNYA SAMA AJA ????????????"
  • " Oh, gini dik, soalnya yang hitam itu, punya saya......"
  • " Oh begitu pak, maafkan saya kalo begitu, habisnya saya emosi.
  • Kalo yang putih punya siapa, pak ?? "
  • " Yang putih juga "
    _____________________________________________________________
    It is a good thing to be rich,
    It is a good thing to be strong,
    but it is a better thing to be beloved of many friends....

indo community

JENIS RAMBUT

(jokes) rambut...:):)]


Yang mana satu rambut anda sebenarnyerrrrrrr.............

1) RAMBUT LURUS -
bijak, seorang yang happy, bergaya, cemburu,dan pandai dalam menguruskan sesuatu tanpa pertolongan
2) RAMBUT KERINTING TEBAL-
kurang bijak, degil, cemburu kuat, romantic, banyak pergaulan dan susah dalam menyelesaikan masalah diri, tidak suka termenung
3) RAMBUT KERENTING NEGRO-
bijak, ego, cemburu buta, romantic , memilih dan mudah mengamuk bila susah hendak selesaikan masalah
4) RAMBUT IKAL MAYANG-
bijak, berfikir sebelum melakukan sesuatu, berfikiran terbuka,banyak pergaulan, dan mudah memaaf kan seseorang dengan kesilapan lalu.
5) RAMBUT HALUS/LEMBUT-
bijak sangat, memilih, pemaaf, manja, tegas dan cepat melakukan perkerjaan dengan bersungguh-sungguh.
6) RAMBUT SIKIT-
bijak, sentiasa berfikiran negatif pada seseorang, ego,dan pandai membuka perniagaan walaupun kecil.
7) RAMBUT PERANG-
kurang bijak, berfikiran terbuka, pemaaf, sosial dan bijak lari daripada masalah.
8) RAMBUT TEBAL-
bijak, degil, cemburu, romantic, kasar, banyak kawan, dan pandai mengambil hati seseorang.
9) RAMBUT KUSUT-
sangat bijak, berfikiran terbuka, banyak pergaulan, garang, susah nak memaafkan seseorang, dan pandai dalam mengurusan sesuatu tanpa pertolongan.
10) RAMBUT BERUBAN-
kurang bijak, suka termenung, sosial sikit, berfikiran terbuka dan pandai selesai kan masalah diri
11)TIADA RAMBUT-
macam mana nak kate ye....kesian
12) RAMBUT WARNA KEMERAH-MERAHAN ATAU KEHIJAU HIJAUAN
tu rambutaaannnnnnnnnnnnnnnnnn......


indo community

Antara Menjadi Emas dan Menjadi Arang

(thoughtful)


Alangkah senangnya jika terlahir sebagai emas yang keberadaannya selalu diidam-idamkan dan dinanti- nanti. Semua orang ingin menyentuhnya, memilikinya dan sangat bangga bila berada di dekatnya karena nilainya yang amat tinggi. Tak heran jika emas dijuluki sebagai logam mulia, karena kedudukannya yang amat tinggi di mata manusia. Banyak sekali manusia berkelahi memperebutkannya dan bahkan tak jarang sampai saling membunuh.

Adapun terlahir sebagai arang, agaknya kalau dapat akan dihindari oleh setiap insan. Sejak lahir jangankan digendong, disentuhpun tidak karena rasa takut akan terkotori olehnya. Mengenai nilainya, jangankan satu gram, satu karung pun masih banyak orang yang dapat memilikinya. Keberadaannya pun terkadang tidak terlalu dirasakan.

Namun, semahal-mahalnya emas jika ia berada di lingkungan yang salah dia akan rusak.

Emas bila terkena merkuri (air raksa) akan kehilangan nilainya.

Emas ketika tersebar dan bercampur dengan tanah tidaklah ada nilainya.

Adapun arang, apabila ia berada di tempat yang sangat dingin, dimana orang sangat membutuhkan kehangatan, nilai sekarung arang jauh lebih berharga dari nilai emas satu bukit.

Dari analogi di atas nampak bahwa lingkungan tempat suatu benda berada dan nilai manfaat keberadaan suatu benda pada lingkungan tersebut merupakan faktor yang penting untuk menilai tingkat manfaat keberadaan suatu benda.

Ada benda lain yang juga dinilai sangat tinggi oleh kebanyakan manusia, yaitu intan.

Intan yang jernih dan kokoh, dapat digunakan untuk menghancurkan batu-batuan dan dapat juga digunakan sebagai perhiasan.

Jika diteliti lebih lanjut, ternyata unsur pembentuk intan dan arang adalah sama-sama karbon.
Keteraturan posisi molekul karbon dalam intan tersebut menjadikannya kokoh dan indah.

Hal yang menyebabkan intan jauh lebih mahal daripada arang adalah karena intan sangatlah sulit didapat dan sangat besar manfaatnya walaupun unsur pembentuknya sama-sama karbon.

Dapatkah arang berubah menjadi intan?

Jika posisi-posisi molekul karbon dalam arang dipindahkan sehingga menjadi teratur, bukan tidak mungkin arang yang hina dina berubah menjadi intan yang mulia.

Namun, hal ini membutuhkan energi yang amat besar. Jadi walaupun unsur pembentuk suatu benda sama, namun keteraturan letak molekul unsure pembentuk dalam suatu benda dapat menyebabkan benda yang satu lebih bernilai dari benda yang lain.

Manusia, sebagai wakil Tuhan di muka bumi, sangatlah diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dengan keberadaanya di atas bumi ini. Tuhan telah memerintahkan kita untuk senantiasa berhijrah.

Berhijrah bukanlah selalu berarti berpindah tempat secara fisik namun hijrah merupakan upaya berkesinambungan untuk dapat menjadi lebih bermanfaat bagi lingkungan tempat manusia tersebut berada.

Jika manusia merasa dirinya kurang dihargai dalam lingkungannya, ada 2 hal yang dapat ia lakukan, pindah secara fisik ke lingkungan yang lebih mendukung keberadaannya atau mengubah/menata ulang dirinya sehingga menjadi lebih bernilai dalam lingkungan tersebut, namun hal ini tentu saja membutuhkan energi dan upaya yang jauh lebih besar.
______________________________________________________________
Don't love a person like a flower, cause a flower dies in season.
Love them like a river cause a river flows forever...

Indo community

Hidupnya Sarat Cobaan

true story

Ajeng, Jadi Relawan Meski Usia Divonis Tak Panjang ...
=======================================================================
Sejak kecil, gadis berusia 20 tahun ini mengidap marfan syndrome.

Dokter menyatakan, usianya tak panjang.

Cobaan berikutnya, kakak tertuanya jadi pecandu narkoba hingga meninggal.

Di sisa hidupnya ia jadi relawan antinarkoba.

Demikian ungkapan Wahyu Ajeng Suminar.

Aku adalah anak bungsu dari enam bersaudara. Saat lahir di Surabaya, aku tumbuh seperti bayi pada umumnya, sehat dan montok. Namun, setelah beberapa tahun, tubuhku tidak seperti bayi pada umumnya, pertumbuhan tulangku begitu cepat bertambah. Keanehan lainnya, aku masih ingat ketika masih berusia 5 tahun, tubuhku begitu lentur seperti gadis plastik yang ada di sirkus.

Bukan itu saja bersamaan dengan itu pandangan mataku juga semakin tidak sempurna. Kalau melihat di alam bebas, maksimal jarak pandangku Cuma sejauh 3 meter. Sebaliknya kalau untuk membaca, aku baru bisa membaca dalam jarak 3 centimeter. Akibatnya, bibirku selalu berwarna hitam. Kenapa?

Saat usia lima tahun itu aku, kan, sudah bisa membaca dan menulis dengan lancar. Nah, karena membaca terlalu dekat, bibirku sampai nempel ke tinta buku itu.

Sudah begitu, untuk bisa membaca dengan jelas, aku harus rela berpanas-panas di halaman rumah. Sebab, kalau tidak mendapat sinar matahari yang cukup, aku tak mampu melihat huruf-huruf tulisan.

JADI JURU BICARA
Kondisiku yang tidak semestinya tentu saja membuat orang tuaku curiga.
Mereka segera membawaku ke RSUD Dr. Soetomo.
Setelah diperiksa dokter, barulah diketahui, aku mengidap penyakit marfan syndrome.

Penyakit ini sangat langka di dunia dan sampai saat ini belum ada obatnya.

Orang tua begitu cemas saat dokter memprediksi usiaku tak akan panjang.
Sebab, pertumbuhan tulang yang menjulur begitu cepat, secara otomatis akan menarik otot dan saraf organ lain. Di antaranya jantung maupun mata.

Memang umur manusia ditentukan Tuhan, tapi ujaran dokter tak sepenuhnya salah.

Kenyataannya, seiring bertambahnya umur, jantungku sering sakit.
Bahkan, sekarang aku sudah tidak bisa melihat sama sekali.

Semua ini akibat saraf-saraf mata putus karena tertarik bersamaan dengan pertumbuhan tulang yang begitu cepat.

Sekarang dengan tinggi badanku 174 cm, menurut dokter masih akan bertambah.

Apalagi sampai saat ini aku masih belum menstruasi.

Beberapa waktu lalu, seorang dokter yang menanganiku berniat memberi obat agar aku cepat menstruasi. Maksudnya supaya pertumbuhan tulangku agak terhambat.

Rencana itu dibatalkan karena khawatir pemberian obat akan memicu kerusakan pada jantungku.

Akibat pertumbuhanku yang tak sempurna itu, aku tak pernah mengenyam pendidikan formal.

Aku pernah sekolah di Yayasana Pendidikan Anak Buta (YPAB), tapi cuma berlangsung tiga bulan karena aku sakit. Kendati demikian, aku tak patah semangat. Di rumah aku selalu belajar sendiri.
Setiap koran, majalah, atau apa saja, selalu kubaca.

Kendati tak pernah sekolah formal, prestasiku tak kalah dibandingkan dengan teman-teman sebayaku. Bahkan, setiap kali mengikuti cerdas cermat Taman Pendidikan Al Quran (TPA) mulai dari tingkat RT sampai Kodya Surabaya, aku yang ditunjuk sebagai juru bicara. Beberapa kali aku sempat meraih juara.

Ya, aku memang memiliki kelainan bawaan. Namun, semua itu tak mengurangi keceriaanku. Aku melewati masa kanak-kanak dengan ceria bersama teman-teman sebaya.

PECANDU NARKOBA
Keceriaan di waktu kanak-kanak terputus ketika tahun 1993, kakak pertama bernama Surya, terlibat narkoba.
Kala itu, ia tengah kuliah di Bandung. Kecurigaan keluarga bermula ketika ia sering minta Ibu, Wijayaning Wahyuni (49), mengirimi uang.
Agar Ibu mau kirim uang, ia selalu berdalih dengan berbagai macam cara.

Saat pulang ke Surabaya, Mas Surya dicecar Ibu, kenapa ia sering sekali minta uang.

Akhirnya, ia mengaku terus terang sebagai pecandu narkoba jenis putau.

Yang sangat mengejutkan, ia tergolong pecandu berat.
Bayangkan, ia sehari bisa menghabiskan uang Rp 450 ribu untuk membeli barang haram itu.

Sejak itu, kuliahnya di desain dan fotografi berhenti. Kehidupan keluarga kami pun benar-benar suram. Sebab, meski keluarga sudah tahu kelakuannya, Mas Surya tetap tak sembuh.

Bahkan, kalau ia sedang kecanduan, ia memaksa Ibu memberinya uang untuk beli putau.

Bila Ibu tidak memberi, Mas Surya siap dengan sebilah pisau untuk menghabisi Ibu.

Bahkan, Ibu dikejar-kejar di jalanan kampung dengan pisau terhunus, itu sudah pemandangan biasa. Karena pengetahuan kami tentang pecandu narkoba amat terbatas, kami sekeluarga bingung harus bagaimana memperlakukannya.

Yang semakin membuatku terpukul, di saat bersamaan kehidupan rumah tanggaku mengalami keretakan. Akhirnya, ayah dan Ibu memilih cerai.
Namun, retaknya rumah tangga mereka, tak juga menyadarkan Mas Surya.
Tetap saja ia memaksa Ibu memberinya uang.

Ibu yang hanya seorang diri bekerja sebagai tenaga pemasaran di sebuah perusahaan asuransi, tentu dibuat kelabakan. Oleh karena tak punya uang lagi, semua barang yang ada di rumah terpaksa dijual satu per satu.
Bahkan, sampai barang yang tak berharga. Mulai dari kain jarit, remote control, meja kursi, barang pecah belah, sampai pagar rumah dijual kepada tukang loak!

Semua itu, masih juga tak menyadarkan Mas Surya. Dengan sangat terpaksa karena jiwanya diancam Mas Surya, Ibu sampai menjual rumah, satu-satunya barang berharga yang tersisa. Sejak itu pula kehidupan keluarga kami semakin parah. Entah sudah berapa kali pindah dari satu kontrakan ke kontrakan yang lain.

KAKAK TERCINTA TIADA
Hancurnya kehidupan keluargaku membuat sakitku semakin parah.

Dulu kondisiku sempat membaik bahkan penglihatanku cukup jelas setelah mengonsumsi obat Cina. Namun, setelah melihat ulah Mas Surya,kesehatanku kembali memburuk.

Setelah tak kuat dengan siksaan jiwa dan raga, pada tahun 2001, aku bersama Ibu pindah tempat tinggal tanpa sepengetahuan Mas Surya.

Tapi, entah bagaimana caranya, dia tahu alamat kami.

Aku dan Ibu terus saja berusaha menjauh darinya.

Sampai akhirnya September 2002, kami dapat kabar Mas Surya dirawat di Rumah Sakit Tambak Rejo, Surabaya. Dokter mengatakan, Mas Surya sakit tifus.

Sebagai Ibu, tentu beliau tak tega melihat anaknya terbaring lemas dirumah sakit sendirian.

Namun, di sisi lain, Ibu takut Mas Surya mengancam seperti yang sudah-sudah.

Lalu, atas bantuan ustaz, diaturlah pertemuan itu.

Sungguh mengharukan suasana saat itu.

Mas Surya rupanya sudah bertobat.

Dia bersujud minta maaf kepada Ibu atas perbuatannya.

Ibu jadi terharu. Apalagi melihat kondisi Mas Surya yang sangat memprihatinkan.

Tubuhnya ibarat tinggal tulang. Ibu jadi curiga, benarkah Mas Surya sakit tifus.

Selanjutnya, Ibu membawanya ke RSUD Dr.Soetomo.

Sungguh mengejutkan, hasil laboratorium menunjukkan Mas Surya mengidap HIV AIDS.

Tentu saja itu merupakan pukulan hebat bagi kami.
Seluruh keluarga kami menangis bersama.

Ketiadaan biaya membuat kami membawa Mas Surya pulang ke tempat dia kos.
Kondisinya pun semakin memburuk. Mau tak mau, kami kembali membawanya ke RS.

Akhirnya, pada bulan November 2002, Mas Surya meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo, setelah dirawat beberapa hari. Ibu ikhlas menerima kenyataan itu.

Apalagi, menurut Ibu, saat meninggal wajah Mas Surya terlihat bersih dan ganteng.

Kepergian Mas Surya merupakan pukulan berat bagiku.

Aku merasakan betapa kejamnya narkoba.

Yang dirusak bukan hanya pemakai, tapi seluruh keluarga juga ikut terkena imbasnya.

Di tengah kepedihan, aku berpikir keras untuk mencari cara yang bisa kulakukan untuk memerangi narkoba ini. Apa?

SELALU GUYON TERUS
Pada tanggal 17 Maret 2003, tepat di hari ulang tahunku yang ke-18, aku punya ide untuk membuat kelompok Drug Free Family (DFF) yakni suatu kelompok keluarga bebas narkoba.
Kelompok itu kuluncurkan tepat 17 Maret 2003, Aku membentuk komunitas yang tak lain adalah teman-temanku sendiri. Tahap awal, aku membuat pamflet tentang narkoba kusebar di Univeritas Airlangga. Kemudian aku mendatangi Ketua Pengadilan Negeri Surabaya, Kepolisian,Sekolah-Sekolah, talk show di radio juga dengar pendapat dengan komisi E DPRD Surabaya tentang narkoba.

Soal dana untuk membuat kegiatan, selain dari donatur aku harus mengeluarkan dari kantong pribadi. Selama ini aku juga bekerja di Multi Level Marketing (MLM ) yang memasarkan produk obat-obatan dan makanan tambahan. Beberapa waktu yang lalu aku juga sempat menjadi juara karya tulis yang diselenggarakan oleh sebuah produk kosmetik. Hadiah berupa handphone yang cukup mewah itu kujual. Kemudian uangnya kugunakan untuk membiayai kegiatanku.

Terus terang saja, tak masalah bagiku harus mengeluarkan materi. Aku ingin sisa hidupku ini bisa kusumbang kan kepada masyarakat agar terbebas dari narkoba. Sudah cukup aku dan keluargaku saja yang menjadi korban keganasan narkoba, yang lain jangan sampai.

Kembali ke soal penyakitku, dokter yang merawatku sampai heran melihatku bisa bertahan hingga sekarang. Sebab, secara medis hampir tidak mungkin.
Aku pun tidak kecil hati meski divonis umurku tidak panjang.

Aku terima dengan tabah dan rasa optimis yang tinggi.

Aku yakin, Tuhan menakdirkan sesuatu pada umatnya pasti punya maksud dan tujuan.

Termasuk ketika Tuhan menggariskan aku menjadi seperti ini, atau menggariskan hidup Mas Surya meninggal karena narkoba.

Karena aku sudah tak mampu melihat dengan baik, sehari-hari aku tak bisa lepas dari peran ibu.

Ibu ibarat menjadi sekretaris pribadiku. Ia menjadi juru tulis dari setiap ide-ideku.

Beliau juga membalas SMS soal urusan kerja atau yang berkaitan dengan DFF.

Bahkan, hubunganku dengan Ibu ibarat seperti sahabat saja. Setiap hari,kami selalu curhat dan saling menguatkan mental masing-masing. Maklumlah untuk saat ini kondisi ekonomi juga kurang bagus. Maklum, Ibu sebagai seorang single parent harus banting tulang bekerja menghidupi keluarga.

Dalam keadaan kesulitan, aku bersama Ibu nyaris tak pernah murung.

Setiap hari kami selalu guyon terus. Bahkan, para tetangga di tempat kami tinggal di kawasan Jalan Karangmenjangan, heran melihatnya. Ya,dalam kondisi sesulit apa pun aku masih ingin melakukan sesuatu yang berguna. (Tabloid Nova)

10 kata "tidak bisa" yang diucapkan Lincoln

(thoughtful)


  1. Kamu tidak bisa membawa kemakmuran dengan meremehkan perbuatan hemat
  2. Kamu tidak bisa menolong orang kecil dengan menghancurkan orang yang kuat
  3. Kamu tidak bisa menguatkan orang lemah dengan melemahkan orang yang kuat
  4. Kamu tidak bisa menaikkan gaji dengan menjatuhkan pembayar gaji
  5. Kamu tidak bisa membantu orang miskin dengan menghancurkan orang kaya
  6. Kamu tidak bisa keluar dari masalah dengan membuat pengeluaran yang lebih besar
    dari pemasukan
  7. Kamu tidak bisa memupuk persaudaraan di antara manusia dengan menanamkan
    pertentangan kelas
  8. Kamu tidak bisa membangun rasa aman dengan uang dari hasil hutang
  9. Kamu tidak bisa membangun karakter dan keberanian dengan menyingkirkan inisiatif
    dan kemerdekaan orang
  10. Kamu tidak bisa terus menerus membantu orang dengan melakukan hal yang bisa dan
    harus dikerjakan oleh orang itu sendiri.

    (Abe Lincoln)

Terselamatkan

(true story) A child called "it" (1)


5 Maret 1973, Daly City, California – Aku terlambat. Aku harus menyelesaikan pekerjaan mencuci peralatan makan secepatnya, kalau tidak aku tidak dapat jatah sarapan, dan karena semalam aku tidak makan, jadi sekarang aku harus makan sesuatu. Ibu mondar-mandir sambil berteriak kepada saudara-saudara lelakiku. Aku bisa mendengar langkah langkahnya yang berat menuju dapur. Cepat-cepat aku membilas lagi. Tapi terlambat. Ibu menarikku dengan kasar.

Plak! Ibu memukul mukaku, dan aku terjatuh.

Aku tahu lebih baik aku menjatuhkan diri daripada tetap berdiri dan dipukul lagi.

Kalau aku tetap berdiri, Ibu akan menganggap itu sebagai sikap membantah, dan itu artinya beberapa pukulan lagi atau, yang paling kutakutkan, tidak diberi makan.

Baru kemudian aku berdiri pelan-pelan sambil memiringkan mukaku agar tidak menatapnya, sementara Ibu berteriak di telingaku.

Aku menunjukkan sikap ketakutan, sambil terus-menerus mengangguk seakan memahami arti ancaman-ancaman yang keluar dari mulumya.

"Ya, ya," kataku dalam hati,"asalkan aku boleh makan.

Pukul aku lagi, asalkan aku dapat makanan karena aku harus makan.

" Satu pukulan lagi menyentakkan kepalaku hingga membentur pinggiran dinding.

Aku meneteskan air mata sebagai tanda tak tahan menerima cemoohan Ibu.

Ibu lalu keluar dari dapur, tampaknya ia puas akan perlakuannya terhadapku.

Aku menghitung langkah-langkahnya untuk memastikan bahwa ia benar-benar sudah jauh dari dapur, dan aku pun menarik napas lega. Sandiwaraku berhasil. Ibu boleh memukuliku sesuka hatinya, tapi aku tak membiarkannya mengalahkan tekadku untukbertahan hidup.

Kuselesaikan mencuci peralatan makan, yang meniadi salah satu tugasku sehari-hari.

Sebagai upahnya, aku mendapat sarapan - sisa-sisa yang ada dimangkuk sereal salah satu kakakku.

Pagi ini sereal Lucky Charms. Cuma ada sedikit sisa sereal dan susu di mangkuk itu, tapi aku harus cepat-cepat menghabiskannya sebelum Ibu berubah pikiran. Itu pernah terjadi.

Ibu senang sekali menggunakan makanan sebagai senjata.

Dia senang cepat-cepat membuang sisa makanan ke dalam keranjang sampah, sebab dia tahu aku akan mengais-ngaisnya untuk dimakan. Ibu tahu hampir semua siasatku.

Tak lama kemudian aku sudah berada di dalam station wagon tua kami.

Karena banyak sekali tugas rumah yang harus kuselesaikan, aku jadi terburu-buru berangkat sekolah. Biasanya aku lari ke sekolah, dan sampai di sana persis pelajaran dimulai sehingga aku tak sempat mencuri makanan dari bekal makan siang, anak-anak lain.

Sampai di depan sekolah, Ibu membiarkan kakak sulungku langsung masuk kesekolah, tapi aku ditahannya dulu untuk mendengarkan rencananya besok.

Dia mau mengirim aku ke rumah kakaknya. Dia bilang Paman Dan akan "mengasuhku".

Itu ancaman, jadi aku pura-pura takut. Aku tahu betul pamanku itu tidak akan memperlakukan aku seperti Ibu memperlakukan aku, meskipun pamanku itu memang galak.

Station wagon belum betul-betul berhenti, tapi aku sudah menghambur keluar.

Ibu berteriak, memanggilku kembali. Aku lupa membawa kotak kusam tempat bekal makan siangku, yang sudah tiga tahun ini menunya itu-itu juga - dua tangkup roti isi selai kacang ditambah beberapa potong wortel.

Aku ingin langsung berlari lagi,tapi Ibu berkata, Bilang pada mereka... Bilang pada mereka kau terantuk pintu".


Lalu ia mengatakan sesuatu yang amat jarang ia katakan padaku, "Semoga harimu menyenangkan".

Kulihat kedua matanya yang merah. Ia masih agak mabuk, sisa semalam.

Dulu matanya bagus, rambutnya sekarang acak-acakan tak terurus.

Ia tidak memakai riasan wajah, seperti biasanya.

Ia tahu ia gemuk. Ya, begitulah penampilan ibu.

Karena terlambat banyak, aku harus melapor ke ruang tata usaha.

Ibu sekretaris di ruang itu menyambutku dengan senyuman.

Tak lama kemudian, perawat sekolah muncul dan mengajakku masuk ke ruang kerjanya, Ialu kami melakukan hal hal yang sudah biasa kami lakukan.

Pertama, ia memeriksa muka dan lenganku.

  • 'Bagian atas matamu kenapa?" ia bertanya.
    Agak canggung, aku menunduk sambil menjawab, '0h, itu terbentur pintu... Tidak sengaja'.

Perawat sekolah itu tersenyum lagi, lalu mengambil clipboard dari atas lemah arsip.

Ia membalik selembar atau dua lembar kertas lalu menunduk dan menunjukkan padaku tulisan di halaman kertas itu.

  • "Coba lihat ini", katanya. 'Kau mengatakan hal yang sama hari Senin kemarin. Kau ingat?

Cepat-cepat aku ganti ceritaku,

  • "Aku sedang main bisbol, lalu pemukulnya mengenai aku. Tidak sengaja, kok".

Tak sengaja. Aku harus selalu berkata begitu.

Tapi perawat sekolah itu rupanya lebih tahu.

Dengan caranya, ia selalu berhasil membuatku mengatakan keiadian sebenamya.

Pada akhimya aku selalu mengaku sambil terisak, meskipun aku selalu merasa harus melindungi Ibu.

Perawat sekolah itu berkata bahwa aku akan baik-baik saja, Ialu menyuruhku membuka baju.

Ini sudah kami lakukan sejak tahun lalu, jadi sekarang aku menurut saja.

Lubang-lubang di baju lengan panjangku lebih banyak daripada lubang-lubang di keju Swis.

Selama dua tahun ini itulah satu-satunya baju yang kupakai.

Ibu menyuruhku memakai baju itu setiap hari.

Begitulah caranya menghina aku.

Celana yang kupakai sama jeleknya.

Sepatuku berlubang di bagian ujung depan,sampai-sampai aku bisa mengeluarkan dan menggerak-gerakkan jempol kakiku dari salah satu lubang lubang itu.

Lalu aku berdiri hanya dengan mengenakan pakaian dalam, sementara perawat sekolah mencatat luka dan memar di sekujur tubuhku pada clipboard-nya.

Ia menghitung sejumlah tanda seperti garis miring di wajahku dengan saksama, jangan-jangan ada yang terlewat. dan belum ia catat. la teliti betul.

Selanjutnya, perawat itu membuka mulutku untuk memeriksa gigi-gigiku yang patah atau copot akibat terbentur pinggiran bak pencuci piring.

Ia menuliskan beberapa catatan lagi di kertas clipboard-nya.

Kemudian ia memeriksa lagi seluruh tubuhku, lalu berhenti di luka sobek yang sudah lama dibagian perutku. "Yang itu," katanya dengan nada suara agak tertahan, luka akibat tusukan oleh ibumu, bukan? "

"Ya, Bu", jawabku. "Astaga!" aku tersentak dalam hati, "aku melakukan kesalahan... lagi".

Perawat itu tentulah menangkap kekhawatiran rnelalui sorot mataku.

Ia meletakkan clipboard-nya, Ialu memelukku.

"Aduh nyamannya," kataku dalam hati, "la begitu hangat".

Aku tak mau melepaskannya.

Aku mau seterusnya dipeluk begini.

Kupejamkan mataku kuat kuat.

Rasanya begitu aman, tak terjadi apa pun.

Ia mengusap kepalaku.

Aku tersentak oleh rasa sakit pada luka bengkak akibat pukulan ibuku pagi tadi.

Perawat itu melepaskan pelukannya dan keluar dari ruangan.

Cepat-cepat aku mengenakan kembali pakaianku.

Perawat itu tidak tahu bagaimana cepatnya aku mengenakan pakaian, dan aku memang selalu harus mengerjakan segala sesuatu secepat mungkin.

Tak lama kemudian perawat itu masuk kembali ke ruangan bersama kepala sekolah,Mr. Hansen, dan dua orang guruku, Miss Woods serta Mr. Ziegler. Mr. Hansen tahu siapa aku.

Akulah murid di sekolah ini yang paling sering dipanggil menghadapnya.

Ia mencermati kertas laporan, sementara perawat itu melaporkan secara lisan semua temuan barunya. Mr. Hansen menyentuh daguku, membuatku menengadah langsung padanya.

Aku takut melihat langsung ke matanya-itulah kebiasaanku setiap kali berhadapan dengan Ibu.

Selain itu, aku pun tidak mau memberitahukan apa-apa kepadanya.

Pernah sekali, kalau tidak salah tahun lalu,Mr. Hansen memanggil Ibu untuk minta penjelasannya tentang luka-luka memar di sekujur tubuhku. Waktu itu Mr. Hansen belum tahu apa yang sebenamya terjadi. ia hanya tahu bahwa aku anak bermasalah yang sering mencuri makanan.

Esok harinya,saat aku masuk sekolah, Mr. Hansen melihat sendiri akibat pukulan-pukulan Ibu.
Ia tidak pemah lagi memanggil Ibu ke sekolah.

Dengan suara agak keras Mr. Hansen berkata bahwa ia tidak bisa lagi menerima perlakuan Ibu terhadapku.

Takut setengah mati aku mendengar ucapannya itu.

"Dia mau memanggil Ibu lagi!", aku menjerit tanpa mengeluarkan suara.

Aku terduduk ke lantai dan menangis. Badanku gemetar dan menggeliat-geliat tak karuan, aku mengoceh seperti bayi, memohon supaya Mr. Hansen tidak menelepon Ibu.

Aku seperti anjing yang melolong sedih bercampur takut, "Ampun. Jangan, jangan hari ini!

Ini kan hari jumat. Ibu akan memukuli aku terus sampai Senin pagi dan tidak memberiku makan...

Mr. Hansen berjanji tidak akan memanggil Ibu, lalu ia menyuruhku masuk kelas.
Sudah terlambat untuk melaporkan kehadiran dan mengisi daftar hadir di sekolah,jadi aku cepat cepat ke kelas bahasa Inggris Mrs. Woodworth.

Hari ini ada tes spelling serentak di semua negara bagian dan ibu kotanya.

Aku tidak siap. Dulu aku murid pandai, tapi sejak beberapa bulan belakangan ini aku menyerah, aku merasa tidak punya alasan lagi untuk melakukan sesuatu dalam hidup ini, termasuk mengalihkan kesedihanku pada tugas-tugas sekolah.

Begitu masuk kelas, semua murid menutup hidung dan serentak mengeluarkan suara seperti mendesah. Guru pengganti, seorang perempuan yang lebih muda daripada Mrs. Woodworth, mengibaskan tangan di depan wajahnya.

Ia belum terbiasa dengan bau badanku. Ia memberikan kertas tesku sambil menjaga jarak supaya tidak terlalu dekat denganku.

Belum lagi aku duduk di tempat dudukku di belakang,dekat jendela yang terbuka, aku dipanggil kembali ke ruang kepala sekolah.

Semua murid di kelas itu serentak berseru "Huuuu. ke arahku-penolakan oleh murid-murid kelas lima.

Aku lari, dan dalam sekejap sampai di ruang tata usaha.

Tenggorokanku perih akibat "permainan" yang kemarin dimainkan Ibu terhadapku.

Sekretaris di ruang tata usaha mengajakku ke ruang guru.

Begitu ia membuka pintu ruang guru, sejenak aku heran akan apa yang kulihat. Di ruangan itu duduk di sekeliling sebuah meja Mr. Ziegler-yang setiap hari melakukan absensi murid, lalu Miss Moss-guru rmtematika, lalu perawat sekolah, Mr. Hansen, dan seorang polisi.

Rasanya, kakiku tak mau digerakkan. Aku bingung, mau lari atau menunggu sampai langit-langit di ruangan itu ambruk. Mr. Hansen melambaikan tangannya,menyuruhku masuk, sementara sekretaris tadi menutup pintu.

Aku duduk di ujung meja dan langsung menjelaskan bahwa aku tidak mencuri apa-apa... hari ini.

Semua yang ada di ruangan itu, yang tadinya terlihat tegang, langsung tersenyum
mendengar perkataanku. Sama sekali aku tak tahu bahwa mereka akan mempertaruhkan pekerjaan mereka demi menyelamatkan diriku.

Pak polisi di ruangan itu memberitahuku mengapa Mr. Hansen memanggilnya.

Rasanya badanku mengerut di kursi yang kududuki.

Pak polisi meminta aku menceritakan tentang Ibu. Aku menggeleng, tidak mau.

Sudah terlalu banyak orang tahu rahasia tentang Ibu, dan aku yakin Ibu pasti akan tahu itu.

Ada suara lembut yang membuatku nyaman. Rasanya itu suara Miss Moss. la menghiburku.

Tdak apa-apa,katanya. Aku menarik napas panjang. Sambil meremas-remas jemari tanganku sendiri, dengan agak segan kuceritakan juga apa saja yang pernah terjadi antara aku dan Ibu.

Perawat sekolah menyuruhku berdiri, lalu memperlihatkan luka memanjang di bagian dadaku kepada Pak Polisi.

Cepat-cepat kutambahkan bahwa itu tidak disengaja-Ibu tidak pernah sengaja menusukku.

Aku menangis. Kukeluarkan apa yang selama ini kupendam, bahwa Ibu menghukumku karena aku nakal. Rasanya kemudian aku ingin sendirian. Aku tak mau orang-orang itu ada di sekelilingku.
Aku merasa begitu lemah. Setelah bertahun-tahun begini, aku tahu tak seorang pun bisa melakukan sesuatu yang dapat mengubah keadaanku.

Beberapa menit kemudian aku diperbolehkan duduk di luar ruang guru.

Semua orang dewasa yang ada di ruangan di luar ruang guru memandangiku dan bersikap ramah.
Aku resah di tempat dudukku, karena melihat sekretaris mengetik berlembar lembar kertas.

Rasanya sangat lama, sampai akhirnya Mr. Hansen memanggilku masuk kembali ke ruang guru.

Miss Woods dan Mr. Ziegler meninggalkan ruang guru.

Mereka terlihat gembira bercampur khawatir.

Miss Woods berlutut di depanku dan mendekapku, seakan-akan aku terbungkus dalam dekapannya.

Rasanya tak mungkin aku bisa melupakan bau wangi rambutnya.

Ia melepaskan dekapannya, langsung pergi,karena ia tak ingin aku rnelihatnya menangis.

Aku malah jadi betul-betul khawatir.

Mr. Hansen memberiku nampan berisi makan siang dari kantin.

"Astaga! Sudah waktunya makan siang lagi?", kataku dalam hati.

Kulahap makan siang itu begitu cepatnya sampai-sampai aku hampir tidak tahu rasanya.

Kecepatan makanku pasti masuk rekor.

Tak lama setelah itu, kepala sekolah masuk lagi ke ruangan, membawa sekotak kue.

Ia mengingatkan supaya aku makan pelan-pelan saja.

Aku tak tahu sedang ada apa ini.

Salah satu dugaanku adalah ayahku, yang sudah berpisah dari Ibu, datang untuk mengambilku.

Aku berkhayal. Aku tahu ayahku tak mungkin datang.

Pak Polisi menanyakan alamat dan nomor telepon rumahku.

"Apa kataku!", aku berkata dalam hati. "Masuk neraka lagi!

Aku akan mendapat hukuman lagi dari Ibu! "

Pak Polisi masih menambahkan sesuatu pada catatannya, sementara Mr. Hansen dan perawat sekolah memperhatikan yang ditulis Pak Polisi.

Tak lama kemudian Pak Polisi menutup buku catatannya dan berkata pada Mr. Hansen bahwa informasi yang ia butuhkan sudah cukup.

Aku menengadah, memandang kepala sekolahku. Wajahnya berkeringat.

Aku merasakan perutku mulai mulas. Aku mau ke kamar mandi, mau,muntah.

Mr. Hansen membuka pintu, lalu aku melihat guru-guru yang sedang istirahat makan siang memandangiku. Malu sekali rasanya.

"Mereka tahu," kataku pada diri sendiri.

"Mereka tahu yang sebenamya mengenai Ibu; yang sebenar-benamya. "
Mereka perlu tahu bahwa aku bukan anak nakal. Aku kepingin sekali disukai orang,dicintai.

Aku tidak mau ke aula. Mr. Ziegler menggandeng Miss Woods. Miss Woods sedang menangis.

Aku mendengarnya ia terisak. Sekali lagi ia memelukku, lalu cepat-cepat melepaskannya.

Mr. Ziegler menjabat tanganku. Jadilah anak baik,katanya.

"Ya, Pak. Saya coba", cuma itu jawabanku.

Perawat sekolah berdiri diam di samping Mr. Hansen. Mereka semua mengucapkan selamat tinggal kepadaku. Aku tahu sekarang, aku akan dimasukkan ke dalam peniara. "Baguslah", kataku dalam hati. Paling tidak Ibu tidak bisa memukuliku kalau aku di penjara".

Aku dan Pak Polisi berjalan ke luar gedung, melewati kantin. Aku melihat beberapa teman sekelasku sedang bermain bola. Beberapa di antara mereka berhenti bermain, lalu berteriak-teriak, 'David ditangkapi David ditangkap!

" Pak Polisi mengusap pundakku sambil berkata padaku supaya tenang-tenang saja.

Saat mobil Pak Polisi membawaku pergi meninggalkan Thomas Edison Elementary School, aku sempat melihat beberapa mund yang terbengong-bengong memandang kepergianku.
Sebelum pergi tadi, My. Ziegler berkata padaku bahwa, ia pasti memberitahu murid murid lain tentang yang sebenarnya - yang sebenar-benarnya. Aku rela berkorban apa pun untuk berada di kelas lagi pada saat mereka tahu bahwa aku tidak seburuk dugaan orang.

Beberapa menit kemudian kami sampai di kantor polisi Daly City.

Aku merasa seakan-akan Ibu ada di situ. Aku tidak mau turun dari mobil.

Pak Polisi membukakan pintu dan dengan lembut menggandeng lenganku, berjalan menuju gedung kantor. Aku tidak melihat orang lain di ruang kantor itu.

Pak Polisi duduk di sebuah kursi, di pojok ruangan, lalu di situ ia mengetik pada beberapa lembar kertas. Aku mengawasi Pak Polisi itu terus-menerus sambil memakan kueku pelan-pelan.

Kue-kue itu kumakan pelan-pelan supaya aku bisa berlama-lama menikmatinya.

Aku tidak tahu kapan aku bisa makan lagi. jam satu siang lewat.

Pak Polisi sudah selesai mengerjakan ketikannya.

Sekali lagi ia menanyakan nomor telepon rumahku.

"Kenapa?" aku bertanya dengan sedih campur khawatir.
"Aku harus menelepon ibumu, David, " jawabnya lembut.

"Jangan!" kataku tegas. 'Kembalikan aku ke sekolah.

Seharusnya Bapak tahu ibuku tidak boleh tahu apa yang telah kukatakan! "

Dengan beberapa kue, Pak Polisi bisa menenangkan diriku lagi, lalu memutar nomor telepon 7-5-6-2-4-6-0. Aku memperhatikan Lingkaran angka-angka di telepon itu berputar.

Aku berdiri dari kursiku, berjalan mendekati Pak Polisi yang sedang memutar nomor telepon, badanku tegang ketika mencoba mendengar dering telepon di ujung sana. Ibu menjawab telepon itu.

Suaranya membuatku takut. Dengan lambaian tangan, Pak Polisi menyuruhku menjauh.

Ia mengambil napas dalam, sebelum berkata, "Mrs. PeIzer, saya Opsir Smith dari kantor polisi Daly City. Anak Anda,David, tidak akan pulang ke rumah hari ini.

Ia berada dalam perlindungan San Mateo Juvenile Department.

Kalau ada yang ingin Anda tanyakan, silakan hubungi departemen tersebut".

Pak Polisi meletakkan gagang telepon, lalu tersenyum. "Tidak sulit, bukan?" katanya padaku.

Tapi dari raut wajahnya aku bisa bilang bahwa Pak Polisi itu sendirilah yang lebih membutuhkan kata yang menenangkan itu, bukan aku.

Beberapa kilometer kemudian, kami sudah berada di jalan raya 280, menuju batas wilayah Daly City. Aku menengok ke arah sebelah kananku dan nielihat sebuah papan besar bertuliskan "THE MOST BEAUTIFUL HIGHWAY IN THE WORLD".

Pak Polisi tersenyum clan merasa lega saat kami melewati batas kota.

"David Pelzer", katanya, "kau bebas".

"Apa?" tanyaku, sambil menggenggam erat satu-satunya simpanan makananku.

"Aku tidak mengerti. Bukankah Pak Polisi mau memasukkan aku ke penjara?"

Ia tersenyum lagi, lalu, dengan lembut meremas bahuku.

"Tidak, David. Kau tidak usah khawatir sama sekali, percayalah.

Ibumu takkan pernah menyakitimu lagi. "

Aku bersandar ke kursi mobil. Pantulan sinar matahari mengenai mataku.

Aku memalingkan wajahku dari sinar itu, dan pada saat itu air mata mengalir di pipiku.

"Aku bebas?"
________________________________________________
Search for love, for it is the most important ingredient of life.
Without it, your life will echo emptiness.
With it, your life will vibrate with warmth and meaning.
Even during any hardship, love will shine through.

Indo community

Memilih Istri, Sulitkah?

(tip - relationship)

Sulit bagi para pria masa kini mencari calon istri yang mau total mengurus rumah tangganya. Bagaimana seharusnya memilih istri ideal? Semua anggota keluarga Hans (41), direktur eksekutif pada sebuah perusahaan real estat di Batam, tak habis pikir.

Sampai seusia itu, Hans belum juga tampak memperkenalkan calon pasangan hidupnya kepada keluarganya. Sempat terlintas di benak mereka, Hans adalah gay.

"Percayalah, saya bukan yang kalian duga. Saya hanya belum mendapatkan wanita yang saya harapkan," elak Hans di hadapan kedua orangtuanya. Ia lalu menyebut kriteria wanita yang bisa mendampingi hidupnya. Calon istrinya,urai Hans, haruslah yang mau menyadari akan peran dan fungsinya, juga ajaran agamanya, pertanggung jawab penuh terhadap rumah tangganya, memprioritasutamakan rumah tangga dibandingkan yang lain, menempatkan sang suami sebagai kepala keluarga, mengikhlaskan dirinya untuk mengelola rumah tangga, serta mengerjakan semua urusan rumah tangganya tanpa menunggu perintah.

Pantas, rupanya Hans sangat selektif dalam memilih calon istri. Dan itu malah menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Soalnya, "Jika itu yang Anda harapkan, maka yang Anda cari adalah produk tahun 60-an. Sekarang stok'-nya sudah jarang," kata psikolog sekaligus konsultan perkawinan, Dra Ieda Poernomo Sigit Sidi.

Kalau dulu memang ada Sekolah Kepandaian Putri atau SKP, kemudian Sekolah Guru Kepandaian Putri (SGKP), yang kemudian diganti menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Keluarga atau SMKK. Sekarang sekolah-sekolah kejuruan itu masih ada meski jumlahnya sangat terbatas. Di sana murid-murid wanita diajarkan segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan rumah tangga, mulai masak, jahit,membereskan rumah, dan sebagainya. Sekarang zaman sudah berkembang. Anak perempuan tidak hanya dididik untuk mengurusi rumah tetapi mereka lebih banyak didorong pada pendidikan formal, yang artinya akan banyak berkiprah di luar rumah. "Jadi, mencari istri yang benar-benar mau total dalam mengurusi rumah tangga pun sulit di zaman sekarang," tandas Ieda.

Kebutuhan Psikologis
Sesungguhnya, alasan yang sangat mendasar mengapa manusia itu perlu menikah yaitu dikarenakan kebutuhan psikologis. Sebagai makhluk sosial, manusia itu perlu berteman. Sahabat saja tidak cukup karena sifatnya yang bisa berubah-ubah atau tidak permanen.

Secara psikologis kita memerlukan teman yang cocok dalam hal berbagi kehidupan. Isteri adalah pasangan hidup sekaligus teman hidup suami. Artinya mereka sudah berikrar baik dalam susah maupun senang untuk selalu bersama-sama, saling membantu, dan dapat saling menerima apa adanya.

Itulah sebenarnya idealnya seorang pasangan hidup. Secara konseptual, istri yang ideal adalah istri yang bisa mengerti suaminya, dan sebaliknya, bisa dimengerti oleh suaminya. Namun, sebelum Anda menentukan wanita ideal untuk dijadikan pasangan hidup, Anda harus jelas terlebih dahulu dengan konsep diri Anda. Maksudnya, "Kita harus memahami dulu siapa diri kita, dan seperti apa diri kita di mata orang lain, apa pula yang kita inginkan? Nah dengan keadaan kita yang seperti ini, baru bisa diketahui bahwa kita cocok dengan tipe wanita yang seperti apa," papar Ieda.

Kenali Diri
Langkah pertama sebelum menentukan calon istri adalah kenali dulu diri Anda sendiri. Kalau Anda termasuk tipe laki-laki yang ingin selalu dihormati penuh sebagai kepala keluarga, Anda harus tahu konsekuensinya. Penuhi dulu nafkah keluarga, jangan cuma menuntut pada orang lain, tetapi tuntutlah diri Anda terlebih dahulu. Selain itu berusahalah keras untuk menjadi penanggung jawab keluarga secara penuh.

Jika Anda termasuk tipe pria yang tidak yakin terhadap diri sendiri,apakah bisa mencari nafkah secara penuh buat keluarganya atau tidak, maka sebaiknya cari istri yang bisa bahu membahu dengan suami, jangan cari yang bergantung terus pada Anda, karena jika begitu, akan terbayang kesulitannya.
Kalau Anda juga termasuk orang yang tidak yakin terhadap kelanggengan pekerjaan yang Anda miliki, maka carilah juga istri yang bisa fleksibel dalam mengarungi ke hidupan.

Sementara apabila Anda adalah tipe pria yang dibesarkan dalam lingkungan demokratis, tidak gender bias, dalam arti tidak mengenal pekerjaan pria atau wanita, maka Anda pun sebaiknya mencari pasangan yang seperti itu, sehingga tidak timbul bentrok nantinya.
Dengan mengenali diri Anda sendiri, maka dengan sendirinya Anda akan menjadi lebih mudah mencari siapa calon istri yang cocok, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang Anda miliki.

Mutlak Harus Ada
Konsep mengenali diri sendiri itu mutlak harus ada, meskipun pada akhirnya muncul pertimbangan lain tentang kriteria istri ideal, seperti pertimbangan dari sudut fisik, penampilan, ekonomi, sikap, prilaku, latar belakang yang berkaitan dengan bibit, bebet dan bobot, dan sebagainya.

Lebih jauh Ieda mengingatkan kepada para lelaki pencari istri, tentang kesalahan pilih dalam mencari pendamping hidup. Yang seringkali menjadi kesalahan para pria adalah, ketika mereka menemukan seseorang yang sepertinya memiliki apa yang diinginkan, lalu kecewa karena ternyata calon pasangan itu mempunyai kekurangan. Namun kekecewaan itu dibiarkan saja,dengan harapan akan ada perubahan setelah menikah kelak.

"Anda salah jika berharap seperti itu. Siapa sih yang sanggup mengubah sifat seseorang kecuali dirinya sendiri? Nah, kalau ada kasus seperti itu tanyakan pada diri Anda sendiri, bisakah Anda menerima jika kekurangan calon istri Anda itu tak bisa dirubah menjadi lebih baik? Kalau jawabannya 'tidak', dan apalagi kalau Anda juga tak bisa merubah diri Anda untuk menyukai dia, lebih baik batalkan saja," papar Ieda.

Uji Calon
Ieda menyarankan dilakukannya pendekatan secara kualitatif untuk mengetahui apakah Anda cocok dengan calon pasangan Anda. Inilah kiat-kiatnya Kenali keluarganya dengan mengajaknya ngobrol ringan tapi serius. Jangan-jangan calon Anda itu termasuk wanita yang kurang suka dengan keberadaan anak kecil di sekitarnya. Lihatlah dengan siapa dia bergaul,seperti apa teman-temannya, bagaimana bentuk hubungan dengan teman-temannya,apakah tulus, solidaritas atau ada kekuatan. Kekuatan artinya apakah dia punya kekuasaan, atau karena dia memiliki banyak uang untuk memberi teman.
Dengan mengenali teman-temannya maka Anda akan mengenali dia juga.

Pelajari sifat pasangan ketika berbicara mengenai pekerjaannya, sebab dari obrolan tersebut kita bisa tahu bagaimana cara dia mengklarifikasi suatu masalah. Jadi, dalam mengenali calon pasangan Anda, jangan hanya mengenali sosok dia sendiri, namun juga dengan tiga hal di atas. Meski begitu, yang paling penting, menurut Ieda, adalah bersyukur dan menerima apa yang disediakan Tuhan kepada kita.**

Sumber: Majalah HealthyLife

only love


A YEAR AGO today, I had lunch with my boyfriend and took the opportunity to complain to him.
"Today is Valentine's Day. Why didn't you give me any flowers?" He raised his eyebrow.
"Why should I give you flowers? You are not my anyone."
"Then... you should at least give me a card!" I pouted my lips, hurt by his tone.
"I know, I know. After lunch, I'll send you an e-card."

"E-card??" That sounds so impersonal, but that's the way he is.
"You have to e-mail it to me. I'll be waiting.

" I excitedly smiled and planned to sneak home after lunch to check e-mail.

Even though he wouldn't use any romantic words, I still looked forward to the card.
"I'm going back to work. Hurry and send me the card!"
As soon as I walked in my door, I turned on my computer and got online.
Staring at the empty inbox, I began to reminisce about how we met.

Maybe no one will believe me, but my boyfriend and I were actually neighbors.

Our homes were only 1 wall away. Ever since we were kids, we liked to fight with each other all day long.

We were only neighbors. At that time, I hated my parents for making us live next to him .

At that time, I had a crush on a senior.After a while, I found out that the senior student had lots of girl friends.

When I cried about it, he silently passed me a handkerchief and awkwardly held me in his arms. "I told you he wasn't any good." He roughly comforted me. I cried in his arms the whole night, and began to see him in a different way. Things began to change between us. We still fought all the time, but he started to look at me differently. And I blushed and my heart beat faster when he was near. We both knew: we fell in love with each other.

Even with this knowledge, neither of us said anything.
Even though we would not be able to resist and kissed each other constantly.

Even though we cared about each other's every moves.
Both of us refused to admit our love.
Alright, we became lovers, but we still wouldn't say we loved each other.
We didn't even spend Valentine's Day together until he saw me share dinner with
a man one Valentine's Day.

That night, he waited for me in front of my door and said that he would take me out to dinner on Valentine's Day from then on. I have to say that he was very arrogant.

But I nodded and accepted his request. Since then, we spent every Valentine's Day together.
On the surface, we may have left each other. But in reality, we were still together.
We spent every Valentine's Day together but each year became more dreary than
the next because he never told me he loved me even with all my hints.

Still facing the empty inbox, I suddenly grew very angry.
He wouldn't say it and wouldn't send me a card. What did he mean?
Who did he think I was? I called his cell phone.
"Hello." He picked up the phone.
"I didn't receive the card." I immediately showed my pleasure.
"You didn't receive it?" He seemed really busy.
"But I sent it." He was really busy but I didn't care.
"I didn't receive it. Send it again."

"Okay, I'll send you 100 times. Is that good enough??" He said with impatience.
His tone further infuriated me.
Is that how lovers speak to each other?
"Don't bother sending it to me.
And you don't have to pick me up tonight. I'll eat dinner by myself."
"Don't be childish, ok? I'm really busy."
"I AM childish!" I hung up the phone and tears rolled down my cheeks.
Childish?? Why didn't he consider the situation?

We've gone out for so many years and spent countless Valentine's Day together.
I never received any flowers nor cards from him.
Now, I just want a little e-card. Is that too much to ask for??
I unplugged the phone from the wall and turned off my cell phone.
I didn't want to hear his explanations.

After I returned to the hospital, I instructed the receptionist not to forward
me any phone calls.
I wanted to concentrate on work.
Because there were so many emergencies today, I was sweating 1 hour later and
forgot about our argument.
"Dr. Shu, please take a look at that patient."

As I was collecting my equipment, the shrill sound of an ambulance sounded
outside the ER.
When I stepped out the door, the emergency medics hurriedly wheeled in a gurney.
"What happened to him?" I asked the 1st medic.
Everyone else were trying to help put the patient on the gurney.
He was covered with blood.
"Car accident." The medic replied.
"Very serious. He may die."
I nodded and ran to the operating room with them.

When I arrived, the nurses told me that the man had already stopped breathing
and also his heartbeat also stopped.
"Prepare for shock." I calmly instructed the nurses.
Saving people is our duty. We can't and shouldn't lose our calm.
But when I saw who laid on the operating table, I lost my calm.
That person was my BOYFRIEND!
"NO..." I stood in shock.
"NO!!!" I grabbed the paddles and continuously shocked his body.
His body bounced up and down from the shocks.
The scared nurses went to find another doctor, to tell him that I was crazy.

I didn't know if I was crazy or not. I just wanted to save my lover.
Even though we fought all the time. Even though he never showed me his love.

I still wanted to save him. He still owed me a card. He couldn't die!
I threw away the paddles and began to press on his heart.
I pressed with all my strength, hoping it would revive him, but he didn't wake
up.
He didn't even say "It hurts".
He just laid there with his eyes closed, punishing me with his silence.

Dr. Jian angrily pushed me away.
By that time, I couldn't see clearly anymore. I cried. I wailed.
I bowled until no sounds could come out of my mouth.
"It's too late, Dr. Shu. He's already dead. I'm sorry." Dr. Jian patted me on
the shoulder.

They knew each other and ate together once. I introduced them.
"He can't die." I shook my head.
"He can't die!!" I struggled to run to him.
"Dr. SHU, control yourself!" Dr. Jian slapped me.
"I understand what you're going through, but you're a doctor."
Yes, I'm a doctor, but I'm also a regular person.

How can Dr. Jian understand how I feel?
I've loved him for so many years that it's become a habit.
How can I just throw away a habit?
Besides, he still owed me a card.
"I want him to live! I want him to live!" I ran to him again and tried to knock
the life back into his body.
"Take her away!"

That day, I lost my control and my professionalism.
And that day happened to be Valentine's Day.
Afterwards, I asked his co-workers why he left work early that day.
They told me that after I hung up the phone, he tried to call me several times
but couldn' reach me.
Worried, he drove to the hospital to find me and got hit by a large truck on the
way.
When I heard this, I froze.
My tantrum killed him.
Just because of an unmailed card, he died.
After that, I lost my privilege to be childish.
Like an abandoned cat,I couldn't even cry anymore.

After his death, I couldn't cry anymore, regardless of how touching the plot or how tear-jerking the dialogue. They didn't affect me anymore.
I turned on computer after a year later, even though I know no one will send me a mail, I still hoped that someone will remember me on this day.

GOSH....I have.... 100 emails!
Who would be bored enough to send me 100 junk mail?

I was just about to delete them all when I received another mail,and this one said: "Because of system error, we could not send these until today. We apologize for the delay."

The sender was my BOYFRIEND!!!
I looked at the 1st mail.
It showed the send date is last year's Valentine's Day.
My heart began to beat fast.
Could he have sent these? With a trembling hand, I opened the mail.

The first thing that popped up was a gorgeous red rose set against green leaves.
Then a beautiful melody began to play...."Only Love".
I couldn't believe it.
The rose was so beautiful and the music was so dreamy.
I almost thought I was in a fantasy.

Most touching of all were the words underneath the rose, because the words read like a beautiful poem. "Only love can make a memory. Only love can make a moment last. You were there and all the world was young and all it's songs unsung and I remember you then when love was all, all you were living for, and how you gave that love to me...."

The lyrics of this song fits our love so closely.

When he was alive,my world was so young.
Every day, I could find a something different to fight with him about.
But after he left, my life is only left with memories and coldness that will never go away.
When I read these words, my tears unconsciously came, wetting the keyboard.
I replied 100 times, and "Only Love" played 100 times.

In this cold Valentine's night, the line that's been broken for LAST ONE YEAR finally got
RECONNECTED.


Indo community

DESERTED ISLAND SURVIVOR

(thoughtful story)


Source - Lab Laughs Clean

The only survivor of a shipwreck was washed up on a small, uninhabited island.

He prayed feverishly for God to rescue him, and every day he scanned the horizon for help, but none seemed forthcoming.

Exhausted, he eventually managed to build a little hut out of driftwood to protect him from the elements, and to store his few possessions.

But then one day, after scavenging for food, he arrived home to find his little hut in flames, the smoke rolling up to the sky.

The worst had happened; everything was lost.
He was stunned with grief and anger. "God, how could you do this to me!" he cried.

Early the next day, however, he was awakened by the sound of a ship that was approaching
the island. It had come to rescue him. "How did you know I was here?" asked the weary man
of his rescuers.

"We saw your smoke signal," they replied.

A BEAUTIFUL ANALOGY!

(thoughtful)

A man went to a barbershop to have his hair cut and his beard trimmed.
As the barber began to work, they began to have a good conversation.

They talked about so many things and various subjects.

When they eventually touched on the subject of God, the barber said:

  • "I don't believe that God exists."
  • "Why do you say that?" asked the customer.
  • "Well, you just have to go out in the street to realize that God doesn't
    exist. Tell me, if God exists, would there be so many sick people?
    Would there be abandoned children? If God existed, there would be neither
    suffering nor pain. I can't imagine a loving God who would allow all of these things."

The customer thought for a moment, but didn't respond because he didn't want to start an argument.
The barber finished his job and the customer left the shop. Just after he left the barbershop, he saw a man in the street with long, stringy,dirty hair and an untrimmed beard. He looked dirty and unkempt.

The customer turned back and entered the barber shop again and he said to the barber:

  • "You know what? Barbers do not exist."
  • "How can you say that?" asked the surprised barber.
  • "I am here, and I am a barber. And I just worked on you!"
  • "No!" the customer exclaimed. "Barbers don't exist because if they did,there would be no people with dirty long hair and untrimmed beards,like that man outside."
  • "Ah, but barbers DO exist! " answered the barber. "What happens, is,people do not come to me."
  • "Exactly!"- affirmed the customer. "That's the point! God, too, DOES exist! What happens, is, people don't go to Him and do not look for Him. That's why there's so much pain and suffering in the world."


Indo community

BLESSING IN DISGUISE

(thoughtful story) Sent by LORETA ROGERO

A king in Africa had a close friend that he grew up with. The friend had a habit of looking at every situation that ever occurred in his life (positive or negative) and remarking "This is good!"

One day the king and his friend were out on a hunting expedition.

The friend would load and prepare the guns for the king.

The friend had apparently done something wrong in preparing one of the guns, for after taking the gun from his friend, the king fired it and his thumb was blown off.

Examining the situation the friend remarked as usual "This is good!"
To which the king replied, "No, this is NOT good!" and proceeded to send his friend to jail.

About a year later, the king was hunting in an area that he should have known to stay clear of.

Cannibals captured him and took him to their village.
They tied his hands, stacked some wood, set up a stake and bound him to the stake.

As they came near to set fire to the wood, they noticed that the king was missing a thumb.

Being superstitious, they never ate anyone that was less than whole.

So untying the king, they sent him on his way.

As he returned home, he was reminded of the event that had taken his thumb and felt remorse for his treatment of his friend. He went immediately to the jail to speak with his friend.

"You were right" he said, "it was good that my thumb was blown off."

And he proceeded to tell the friend all that had just happened.

"And so I am very sorry for sending you to jail for so long.

It was bad for me to do this."

"No," his friend replied, "This is good!"
"What do you mean, 'This is good!' How could it be good that I sent my friend to jail for a year?"
"If I had NOT been in jail, I would have been with you."

Shared by Joe Gatuslao
Philippines

AN OLD TREE

(thoughtful story)

Once upon a time there was a leafy tree in a field. Leaves grew densely on the tall branches. The roots were deeply into the ground. The tree was the most remarkable among the rest.

The tree then became the home for some birds.

They built their nests and they lived on his branches.

The birds made holes on him, and they hatched their eggs within the greatness of the tree.

The tree felt so delighted because he was accompanied as he walked through his long lasting days.

People were grateful for the presence of the tree.

They often came over and sheltered under him. Under his branches, they sat down and opened their picnic baskets. "This tree is very useful," that's what the people said everytime they went home from shelter. The tree was very proud hearing those compliments.

However, time went on. The tree was beginning to be sick.

His leaves and twigs were falling, then his body became thin and pale.

The greatness he used to have was fading away.

Birds felt reluctant to build their nests there.

No one would come to sit under the tree to shelter anymore.

The tree wept, "Oh God, why is it so hard for me? I need friends. Now no one would come close to me. Why do you take all the glory I used to have?"
The tree cried loudly, so it echoed throughout the forest. "Why wouldn't you cut me down, so I don't have to bear this suffering?" The tree kept on crying, and his tears were running down his dry body.

Seasons came and went, but his condition had not changed.

The tree was still feeling lonely.

His branches became drier and drier.

Every night the tree wept and cried, until the morning broke.

"Cheep...chirp....cheep" Ah, what was that noise?

Oh, it's a little baby bird who has just pipped from the egg.

The old tree woke up from his daydream. "Cheep...chirp...cheep", the noise became louder and louder.
There was another baby bird. Not long after that, the tree became noisy because of the birth of new baby birds. One...two...three...and four baby birds have been born to this world. "Ah, He has answered my prayers," exclaimed the old tree.

The day after, there were many birds flying to the old tree.

They were going to build new nests.

The dry branches have turned out to attract their attention to nest there.

The birds felt warmer to stay inside the dry branches instead of their place before.

The number of birds was increasing and there were more kinds of them.

"Wow, now my days are brighter with their presence here", murmured the old tree gladly.

The old tree was back to cheer again.

And when he looked down, his heart was flowing with joy.

There was a new little tree growing near his roots.
The new tree seemed to smile at him.

The tears of the old tree has grown a little tree who would continue his devotion to nature.

***
Dear friends, that's the way it is. Is there any lesson that we could take from the story?

God always has secret plans for us. The Almighty God will always gives answers to our questions. Eventhough it is not always easy to guess what the resolution is, be certain that the Omniscient God knows what's best for us.

When there are times He sends temptation for us, in other times He gives us His overflowing blessings. The test He gives us isn't something that can't be overcome.

When God gave the temptation to the old tree, actually He DELAYED in giving His glory.

God didn't choose to cut the old tree down since He kept some secrets.

God was testing his patience.

So, dear friends, be sure, whatever temptation we are facing is a part of the chain of glory He is preparing for us. Don't give up, and don't be discouraged.

God is always there beside patient people.

indo community

POHON TUA

Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang.
Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang.

Akarnya,tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam.

Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya.

Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana.

Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya.

Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang.

Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut.

Mereka kerap singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu.

Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan.

  • "Pohon yang sangat berguna," begitu ujar mereka setiap selesai berteduh.

Lagi-lagi,sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.

Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan.
Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan.

Tubuhnya,kini mulai kurus dan pucat.

Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya.
Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana.

Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.

Sang pohon pun bersedih.

  • "Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?" begitu ratap sang pohon,hingga terdengar ke seluruh hutan. "Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini ? Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.

Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang. Hingga pada saat pagi menjelang.

  • "Cittt...cericirit...cittt" Ah suara apa itu? Ternyata, .ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. "Cittt...cericirit...cittt, suara itu makin keras melengking.

Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu...dua...tiga...dan empat anak burung lahir kedunia. "Ah, doaku dijawab-Nya," begitu seru sang pohon.

Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu.

Mereka,akan membuat sarang-sarang baru.

Ternyata, batang kayu yang kering,mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang
kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam.
"Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini", gumam sang pohon dengan berbinar.

Sang pohon pun kembali bergembira.

Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah.

Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya.
Sang Tunas tampak tersenyum.

Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu,membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.

Teman, begitulah. Adakah hikmah yang dapat kita petik disana?

Allah memang selalu punya rencana-rencana rahasia buat kita.

Allah, dengan kuasa yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita. Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah di tebak, namun,yakinlah, Allah Maha Tahu yang terbaik buat kita.

Saat dititipkan-Nya cobaan buat kita, maka di saat lain, diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah.

Ujian yang disandingkan-Nya, bukanlah harga mati.
Bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati.

Saat Allah memberikan cobaan pada sang Pohon, maka, sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih untuk menumbangkannya, sebab, Dia menyimpan sejumlah rahasia. Allah, sedang menguji kesabaran yang dimiliki.

Teman, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Allah, selalu bersama orang-orang yang sabar.

indo community

INSECT AND SPIDER

(thoughtful story)


Author: Unknown

Once upon a time lived a spider in a cornfield. A big spider with a beautiful nest goes around between corn stems. It becomes fat by eating all the insects that trapped on its web. It really loved to live on that cornfield and plans to stay there forever.
One day, the spider catch a tiny insect on its web, and when this spider going to eat it, the insect said,

  • "If you let me go, I will tell you one important thing that will save your life". That spider stops for a moment and listen carefully. "You better go from this cornfield," said this tiny insect, "Harvest time already here!"

  • The spider smiles and says, "What this harvest time you talk about? I think you just make up a story". But the tiny insects says, "Oh no, its true. The owner of this field will come soon to reap. All the corn stalk will be cut off and the corn will be gathered. You will be killed by a giant machine if you stay here."

  • The spider answers, "I do not believe in the harvest time or giant machine that will cut off the corn. How you may prove it?" The tiny insect continues, "Look at those corns. Look how those corns were planted in ordered lines. That proves that this field was designed by somebody brilliant".

  • The spider laugh and said, "This field grown by its own and has no relationship with a creator. Corns always grow like that". The insect explain more, "Oh no. This field owned by an owner who plants it, the harvest time will be here soon." The spider grinned and said, "I do not believe", and then it eat that insect.

  • Few days later, the spider was laughing remembered the tiny insect's story.
    He thinks, "Harvest. What a stupid idea. I already here all my life and no body is disturbing me. I already here when the plants just half meter tall from the ground, and will be here for the rest of my life, because there is nothing will changed on this field. Life is beautiful, and I will make it that way."

    The next day was a beautiful day on the cornfield. The sky was bright and there's no wind. That noon, when the spider walks, he suddenly realizes there was a thick dust move on his way. It hears the sound of giant machine and told itself, "What is happening?"

    The stair of life is full with wood shavings, but you will never realize it before you slipped down.

SERANGGA DAN LABA-LABA

Author: Unknown

Suatu waktu hiduplah seekor laba-laba di dalam ladang jagung. Laba-laba besar dengan sarang melingkar indah diantara pelepah jagung.
Dia menjadi gemuk dengan memakan semua serangga yang terperangkap dalam jaringnya.
Dia sangat suka tinggal di ladang jagung tersebut dan berencana tinggal disana selamanya.

Satu hari laba-laba menangkap seekor serangga kecil dalam jaringnya, dan ketika laba-laba ini hendak makan, serangga ini berkata,

  • "Kalau engkau melepaskan saya, saya akan memberitahu sesuatu yang penting yang akan menyelamatkan hidupmu." Laba-laba itu berhenti sejenak dan mendengarkan dengan penasaran.
  • "Engkau sebaiknya pergi dari ladang jagung ini," kata serangga kecil, "Waktu menuai sudah tiba!"
  • Laba-laba tersenyum dan berkata, "Apa itu waktu tuaian yang engkau bicarakan? Aku pikir kamu sedang mengarang cerita saja."
  • Tapi serangga kecil itu berkata, "Oh tidak, itu benar. Pemilik ladang ini segera datang untuk menuai. Semua batang jagung akan dijatuhkan dan jagung akan dikumpulkan. Kamu akan terbunuh oleh mesin raksasa jika kamu tinggal disini."
  • Laba-laba menjawab, "Aku tidak percaya pada waktu penuaian maupun mesin raksasa yang akan menebang jatuh tanaman jagung. Bagaimana engkau membuktikannya?"
  • Serangga kecil melanjutkan, "Lihat saja jagung itu. Lihat bagaimana jagung itu ditanam dalam barisan teratur. Itu membuktikan ladang ini dirancang oleh seorang yang cerdas."
  • Laba-laba tertawa dan berkata melecehkan , "Ladang ini tumbuh sendirinya dan tidak ada hubungan dengan seorang pencipta. Jagung selalu tumbuh seperti itu.
  • " Serangga itu menjelaskan lebih lanjut, "Oh tidak.
    Ladang ini kepunyaan seorang pemilik yang menanamnya,dan waktu menuai segera tiba.
  • " Laba-laba menyeringai dan berkata ,"Aku tidak percaya," dan kemudian memakan serangga itu. Beberapa hari kemudian, laba-laba sedang tertawa mengingat cerita serangga kecil itu.
  • Dia berpikir, "Tuaian ! Sungguh ide bodoh. Aku telah ada disini sepanjang hidupku dan tidak ada yang menggangguku. Aku telah ada sejak tinggi tanaman-tanaman ini baru setengah meter dari tanah, dan aku akan tetap disini sepanjang sisa umurku, karena tidak ada yang akan berubah dalam ladang ini. Hidup itu indah, dan aku yang menjadikannya demikian."
  • Hari berikut adalah hari indah di ladang jagung. Lagit cerah dan tidak ada angin sama sekali. Siang itu saat laba-laba berjalan,tiba-tiba dia menyadari ada debu tebal bergerak kearahnya. Dia mendengar suara mesin besar dan berkata pada dirinya sendiri dengan penasaran, "Apa yang sedang terjadi?"

  • Tangga kehidupan penuh dengan serpihan kayu, tetapi anda tidak pernah menyadarinya
    sebelum anda terpeleset ke bawah …….Diterjemahkan oleh: Christine Pepah
    ______________________________________________________________
    You will know when love has come, for all the world will smile for you
    and more than anything, you'll try to keep this love so true
    you will know the feeling well, he's everything your dreams are made